BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    GELAR RIGHTS ISSUE, MATAHARI (MPPA) BAKAL TERBITKAN 24 MILIAR SAHAM BARU

    Terbit Pada

    20 February 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 19-02-2026, 04:30:pm

    05029994

    IQPlus, (20/2) - PT Matahari Putra Prima Tbk (Perseroan) mengumumkan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII (PMHMETD VIII) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24.000.000.000 (dua puluh empat miliar) saham baru.

    Aksi korporasi yang biasa disebut dengan Rights Issue ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendanai rencana ekspansi strategis perusahaan melalui pembelian sejumlah aset properti.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 19 Februari 2026, saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp50 per saham dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham utama telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga hingga 7,56 miliar saham jika terdapat sisa.

    Rencana Penggunaan Dana dan Akuisisi Aset

    Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VIII ini akan diprioritaskan untuk pembelian tanah dan bangunan di enam lokasi strategis yang dimiliki oleh pihak afiliasi. Beberapa aset utama yang masuk dalam radar akuisisi antara lain:

    -Bangunan seluas 16.138 meter persegi di Mall City of Tomorrow, Surabaya, senilai Rp351,5 miliar dari PT Citra Cito Perkasa.

    -Tanah dan bangunan seluas 15.848 meter persegi di Gresik senilai Rp134,5 miliar dari PT Panca Megah Utama.

    -Aset di Bogor (Jalan Sholeh Iskandar) senilai Rp122 miliar dan aset di Jalan Kapten Muslihat senilai Rp49,5 miliar dari PT Surya Asri Lestari.

    -Properti di Malioboro, Yogyakarta, senilai Rp68 miliar dan lahan di Balaraja, Tangerang, senilai Rp54,5 miliar.

    -Sisa dana dari hasil penawaran ini nantinya akan dialokasikan sebagai modal kerja Perseroan maupun anak perusahaan guna mendukung kegiatan operasional.

    Jadwal dan Persetujuan

    Manajemen menjelaskan bahwa seluruh rencana ini masih bersifat usulan dan memerlukan persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Senin, 30 Maret 2026, untuk membahas agenda tersebut.

    Pelaksanaan PMHMETD VIII diharapkan dapat rampung dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah mendapatkan restu dari RUPSLB dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya MPPA dalam mengoptimalkan aset dan memperkuat posisi mereka di industri ritel Indonesia. (end)