GELAR RIGHTS ISSUE, ASURANSI DIGITAL BERSAMA (YOII) TARGETKAN DANA RP68,49 MILIAR
Share via
Terbit Pada
31 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-04-2026, 09:11:am
08930481
IQPlus, (31/3) -PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai maksimal Rp68,49 miliar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis perseroan.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 30 Maret 2026, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 684,93 juta saham baru atau setara 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi. Saham baru tersebut ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Setiap pemegang lima saham lama yang tercatat pada 26 Juni 2026 berhak memperoleh satu HMETD. Hak tersebut memberikan kesempatan kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga yang telah ditentukan.
Dalam aksi ini, pemegang saham utama, Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro, menyatakan tidak akan melaksanakan sebagian atau seluruh haknya, melainkan mengalihkan kepada Qoala Technology Pte. Ltd. Qoala sendiri berkomitmen menyerap seluruh HMETD yang dimilikinya serta tambahan dari pengalihan tersebut, dengan dukungan kecukupan dana.
Perseroan menegaskan, apabila saham baru tidak terserap seluruhnya, maka sisa saham akan dialokasikan secara proporsional kepada pemegang HMETD yang melakukan pemesanan lebih besar. Sementara itu, HMETD yang tidak digunakan hingga batas akhir pelaksanaan akan dinyatakan tidak berlaku.
Dana hasil rights issue ini akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja. Sekitar 90% dialokasikan untuk kegiatan pemasaran guna meningkatkan distribusi produk dan brand awareness, sedangkan 10% sisanya digunakan untuk pengembangan teknologi, termasuk data center, keamanan sistem, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 13 Juli 2026. Perseroan juga mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 16,67%.
Dari sisi kinerja, perseroan mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Pendapatan usaha bersih melonjak menjadi Rp464,71 miliar dari Rp121,01 miliar pada 2024. Namun, laba bersih tercatat menurun menjadi Rp13,88 miliar dari Rp19,04 miliar pada tahun sebelumnya.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan berharap dapat memperkuat ekspansi bisnis dan meningkatkan daya saing di industri asuransi umum. (end)
