BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    GDST KEJAR TARGET PENJUALAN RP2,7 TRILIUN DI 2026

    Terbit Pada

    04 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 29-04-2026, 04:11:pm

    15432132

    IQPlus, (4/6) - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) menetapkan target performa keuangan yang optimistis untuk tahun buku 2026. Dalam pemaparan Public Expose yang digelar pada Selasa (9/6), emiten produsen plat baja ini membidik total penjualan bersih mencapai Rp2,7 triliun hingga akhir tahun. Bersamaan dengan target tersebut, manajemen GDST juga mematok perolehan laba setelah pajak sebesar 5% dari total penjualan bersih, atau setara dengan Rp136 miliar.

    Hingga periode Maret 2026 (kuartal I/2026 - unaudited), perseroan mencatatkan realisasi penjualan bersih sebesar Rp469,43 miliar. Angka ini setara dengan 17% dari keseluruhan target tahunan yang telah ditetapkan. Adapun laba setelah pajak pada kuartal pertama tercatat sebesar Rp13,30 miliar atau merepresentasikan 2,8% dari total penjualan kuartal berjalan, dengan posisi EBITDA berada pada level Rp31 miliar. Meski penjualan bersih pada kuartal I/2026 mengalami penurunan sebesar 26,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) yang sebesar Rp639,74 miliar, manajemen menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan sisa periode tahun ini.

    "Manajemen akan berupaya keras mencapai target yang telah ditetapkan di sisa periode 2026," tulis manajemen dalam paparan publiknya.

    Tantangan Pasar dan Strategi Kinerja

    Manajemen GDST tidak menampik adanya sejumlah tantangan makroekonomi yang membayangi operasional perseroan pada awal tahun ini. Di antaranya adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 1,3% (turun 211 poin) pada kuartal I/2026, serta kebijakan hambatan dagang berupa Bea Masuk Anti Dumping di sejumlah negara pasar ekspor tradisional seperti AS, Kanada, Australia, dan Meksiko.

    Selain itu, ketatnya persaingan harga dengan produsen baja asal China, Korea, dan Jepang turut menekan margin ekspor ke pasar Eropa dan Australia. Untuk mengantisipasi hal tersebut dan mengamankan target akhir tahun, GDST menerapkan sejumlah langkah strategis. Perseroan berfokus mempertahankan loyalitas konsumen akhir domestik melalui strategi tailor-made yang fleksibel dalam hal volume pesanan, ukuran produk, maupun waktu penyerahan (delivery).

    Untuk pasar ekspor, emiten ini akan mengoptimalkan pasar regional yang eksisting seperti Singapura dan Malaysia. Dari sisi efisiensi biaya, GDST berupaya menekan beban pokok produksi dengan mencari alternatif pemasok bahan baku Slab yang menawarkan harga kompetitif serta sistem pembayaran fleksibel, termasuk memprioritaskan pasokan dari produsen dalam negeri.

    Katalis Positif: Proyek Plate Mill 2

    Faktor pembeda yang diharapkan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan kinerja GDST di paruh kedua adalah proyek pembangunan pabrik Plate Mill 2. Sejak November 2025, proyek ini telah memasuki tahap percobaan produksi (trial production) secara bergantian dengan Plate Mill 1, dan hasilnya diklaim telah diterima dengan baik oleh pasar domestik maupun ekspor.

    Saat ini, proyek strategis tersebut sedang diakselerasi agar dapat memasuki tahap komersialisasi penuh guna memperluas variasi ukuran produk baja yang dipasarkan. Manajemen menargetkan Plate Mill 2 sudah dapat berproduksi secara komersil paling lambat pada akhir tahun 2026. (end)