GARUDA TAMBAH KEKUATAN PESAWAT DAN CATAT OTP HAJI 98 PERSEN
Share via
Terbit Pada
25 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 19-06-2026, 04:43:pm
17555991
IQPlus, (25/6) - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menyatakan komitmennya untuk menambah kekuatan armada pesawat terbang guna memaksimalkan dukungan pelayanan transportasi bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Glenny Kairupan dalam konferensi pers optimalisasi penerbangan haji di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa penambahan armada tersebut dibarengi dengan capaian performa ketepatan waktu atau On-Time Performance (OTP) yang sangat tinggi pada musim haji tahun ini.
"Dari kami, Garuda untuk mendukung umrah, kita akan menambahkan kekuatan pesawat. Khusus untuk jamaah haji tahun ini, OTP kita mencapai 98 persen," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa kerja sama strategis antara pihak Garuda Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini sudah resmi dilaksanakan guna mengoptimalkan operasional penerbangan.
Melalui implementasi kerja sama tersebut, armada pesawat Garuda selepas mengantar jamaah haji nantinya tidak hanya melayani rute penerbangan kembali ke tanah air, melainkan dapat membuka rute penerbangan ke negara lain.
"Nanti setelah kembali dari haji itu kita bisa melayani jamaah bukan hanya kembali ke Jakarta, tapi bisa juga ke Turki, bisa juga ke Malaysia, dan ini akan meningkatkan juga promosi kita, khususnya untuk pariwisata," kata dia menambahkan.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat eksistensi maskapai nasional dengan target mendorong Garuda Indonesia mengangkut minimal 50 persen dari total 3 juta orang untuk umrah.
Hal ini merespons otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) yang telah memberikan izin resmi kepada maskapai Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg saat pemulangan pesawat carter haji.
Langkah taktis penguatan maskapai nasional dengan pelayanan yang lebih baik, ekonomis, dan efisien ini juga diambil mempertimbangkan besarnya potensi pergerakan jamaah asal Indonesia ke Arab Saudi yang mencapai 3,2 juta orang per tahun. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
