BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

GARUDA INDONESIA ALIHKAN SAHAM GMFI MELALUI SKEMA INBRENG DANANTARA

Terbit Pada

05 November 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 14-09-2026, 09:41:am

30829797

IQPlus, (5/11) - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melanjutkan langkah strategis dalam restrukturisasi penyehatan keuangan melalui rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau right issue. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 248.705.613.218 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Berdasarkan prospektus keterbukaan informasi, kisaran harga pelaksanaan PMHMETD III ditetapkan sebesar Rp58 hingga Rp68 per saham, mengacu pada hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Areyanti Zainab dan Rekan. Aksi korporasi ini mencakup rencana penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) oleh PT Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang saham utama.

DAM akan menyetorkan sebanyak 82.100.173.900 saham Seri B PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau setara 65,77% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI ke dalam Garuda Indonesia.

Sebelum transaksi inbreng ini, rangkaian restrukturisasi kepemilikan saham GMFI telah dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui dividen non-tunai (dividend in specie), yang kemudian dilanjutkan pengalihannya kepada DAM. Seluruh rangkaian pengalihan tersebut telah sah dicatatkan melalui Akta Pemindahan Hak atas Saham pada 2 November 2026.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa langkah inbreng dan penerbitan saham baru ini bertujuan untuk memperkuat pengendalian serta kepentingan ekonomi perseroan terhadap kinerja komersial GMFI. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi strategis antara lini bisnis penerbangan utama dengan lini pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) pesawat oleh GMFI.

Sementara itu, bagi pemegang saham publik atau pemegang saham selain DAM yang tidak menggunakan haknya untuk mengeksekusi HMETD, kepemilikan sahamnya berpotensi mengalami dilusi maksimum sebesar 37,92%.

Dana segar dari setoran tunai pemegang saham publik melalui PMHMETD III juga akan diarahkan untuk mendukung program transformasi perseroan, seperti peremajaan kabin (cabin refreshment), konektivitas dalam penerbangan, hingga peningkatan fasilitas layanan.

Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan menjadwalkan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara elektronik melalui sistem EASY.KSEI pada Jumat, 6 November 2026, dengan agenda utama persetujuan PMHMETD III serta perubahan Anggaran Dasar perseroan.(end)