BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    GAPMMI APRESIASI KOMITMEN MENPERIN JAMIN PASOKAN KEMASAN PLASTIK

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    17 April 2026

    10658169

    IQPlus, (17/4) - Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengapresiasi langkah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku kemasan plastik di tengah gejolak geopolitik.

    Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menilai jaminan ketersediaan kemasan plastik menjadi faktor krusial bagi ketahanan industri makanan dan minuman nasional, terutama di tengah dinamika krisis di kawasan Selat Hormuz.

    "Upaya pemerintah dalam mengintegrasikan industri hulu dan hilir merupakan langkah strategis agar seluruh ekosistem industri dapat saling menopang. Sinergi ini sangat penting untuk menjaga industri makanan dan minuman tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global," ujar Adhi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Ia menerangkan, kemasan bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen vital dalam sistem pangan nasional karena berfungsi menjaga mutu dan keamanan produk, memperpanjang masa simpan, serta memastikan kelancaran distribusi dari produsen hingga konsumen di seluruh wilayah Indonesia.

    "Keberlanjutan pasokan kemasan secara langsung berkontribusi pada stabilitas produksi pangan. Tanpa kemasan yang memadai, risiko kerusakan produk meningkat, efisiensi distribusi terganggu, dan pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan pangan nasional," katanya.

    GAPMMI juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara industri hulu dan hilir dalam menjaga kesinambungan pasokan kemasan plastik agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh industri kecil dan menengah (IKM).

    "IKM merupakan kelompok yang paling rentan terhadap distorsi harga dan kelangkaan bahan baku. Jaminan pasokan kemasan akan membantu IKM menjaga keberlanjutan usaha, mempertahankan daya saing produk, serta menghindari lonjakan biaya produksi," ujar Adhi.

    Di tengah tantangan logistik global, termasuk peningkatan waktu pengiriman bahan baku dari rata-rata 15 hari menjadi sekitar 50 hari, GAPMMI mendorong evaluasi dan relaksasi kebijakan atau regulasi yang memungkinkan dalam kondisi luar biasa.

    "Langkah ini penting untuk mengurangi beban industri sekaligus menjaga keterjangkauan harga produk makanan dan minuman bagi konsumen. Fokus kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan produk yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan daya beli," katanya. (end/ant)