GANDENG RAKSASA EV HONG KONG, ERAL LEPAS MAYORITAS SAHAM EIDO KE XPENG
Share via
Terbit Pada
18 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-03-2026, 10:51:am
13751331
IQPlus, (18/5) - Emiten perdagangan besar dan eceran di bawah naungan Erajaya Group, PT Sinar Eka Selaras Tbk (SES atau ERAL), resmi mengumumkan restrukturisasi dan perubahan kepemilikan saham pada entitas anak usahanya, PT Era Industri Otomotif (EIDO).
Dalam rangkaian transaksi strategis tersebut, produsen kendaraan listrik asal Hong Kong, XPENG International Holding (Hong Kong) Limited, masuk menjadi pemegang saham mayoritas di level manufaktur EIDO. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi tertanggal 18 Mei 2026, rangkaian transaksi ini telah dinyatakan valid dan berlaku efektif sejak 13 Mei 2026.
Sekretaris Perusahaan PT Sinar Eka Selaras Tbk, Badar Teguh Mancik Alam, menjelaskan bahwa perubahan struktur kepemilikan saham PT EDI Indonesia (EIDO) dilakukan melalui dua tahapan transaksi utama.
Pada tahap pertama, SES mengambil alih 1 lembar saham atau setara 0,001 persen kepemilikan EIDO yang sebelumnya dimiliki Komisaris Utama Perseroan, Budiarto Halim. Melalui transaksi ini, kepemilikan SES di EIDO meningkat menjadi 99,99 persen.
Selanjutnya pada tahap kedua, para pemegang saham EIDO menyetujui pengalihan 154.072 lembar saham atau setara 90,1 persen kepemilikan EIDO milik SES kepada XPENG. Nilai nominal modal disetor atas saham yang dialihkan tersebut tercatat sebesar Rp154,072 miliar.
Pasca-transaksi, struktur pemegang saham EIDO berubah menjadi XPENG sebesar 90,1% (Rp154,072 miliar) dan PT Sinar Eka Selaras Tbk mempertahankan porsi minoritas sebesar 9,9% (Rp16,929 miliar).
Dampak Terhadap Kinerja dan Operasional
Manajemen SES menegaskan bahwa pelepasan saham mayoritas pada EIDO tidak memberikan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Rangkaian transaksi ini justru dipandang sebagai langkah penguatan kolaborasi jangka panjang untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
"Perubahan kepemilikan hanya terjadi pada level manufaktur melalui EIDO, yang berfokus pada kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Di mana dalam struktur baru ini, XPENG bertindak sebagai pemegang saham mayoritas ," urai Badar dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, untuk lini bisnis hilir seperti aktivitas distribusi, penjualan, serta layanan purna jual merek XPENG di pasar domestik dipastikan tetap normal. Seluruh kegiatan komersial tersebut tetap dijalankan oleh entitas di bawah portofolio langsung perseroan, yaitu PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO).
Melalui kolaborasi strategis dengan Erajaya Active Lifestyle ini, masuknya XPENG ke sisi hulu (manufaktur) diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas perakitan lokal sekaligus mempercepat penyediaan solusi mobilitas cerdas (smart mobility) yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
