BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    GANDENG APTISI, SURGE PACU DIGITALISASI PENDIDIKAN INDONESIA

    Terbit Pada

    29 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 12-03-2026, 09:20:am

    14840890

    IQPlus, (29/5) - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE/WIFI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) untuk mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia. Kerja sama ini mencakup penyediaan akses internet terjangkau hingga pengembangan platform E-Learning Nasional berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

    Penandatanganan kerja sama berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senayan, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto. Kolaborasi ini memiliki cakupan nasional mengingat APTISI menaungi sekitar 4.095 PTS di berbagai wilayah Indonesia.

    Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional, khususnya di sektor pendidikan.

    "Pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi strategis bersama APTISI, SURGE berkomitmen membuka akses konektivitas digital yang lebih luas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia," ujar Yune dalam keterangan resmi.

    Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, menilai penguatan infrastruktur digital menjadi kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi swasta. Menurutnya, peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional tidak dapat dicapai tanpa memperkuat peran PTS.

    "Jika Indonesia ingin meningkatkan APK pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Kerja sama APTISI dan SURGE ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses, menekan kesenjangan digital, dan mempercepat pembelajaran berbasis teknologi," kata Budi Djatmiko.

    Dalam implementasinya, SURGE dan APTISI akan menjalankan sejumlah program strategis, antara lain penyediaan akses internet bertahap bagi kampus, bundling konektivitas dengan layanan akademik berbasis Learning Management System (LMS), pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis AI, hingga sinergi penyediaan infrastruktur dan perluasan jaringan konektivitas nasional.

    Layanan konektivitas dalam program ini akan memanfaatkan solusi fixed broadband IRA internet Rakyat berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) melalui PT Telemedia Komunikasi Pratama, serta layanan Starlite berbasis Fiber-To-The-Home (FTTH) melalui PT Integrasi Jaringan Ekosistem.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, transformasi digital menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas akses pendidikan nasional.

    "Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional," ujar Brian Yuliarto.

    Melalui kolaborasi ini, SURGE dan APTISI menargetkan terciptanya ekosistem kampus digital bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia. Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan APK pendidikan tinggi nasional dari sekitar 32% menuju 40%, sejalan dengan rata-rata capaian negara-negara di Asia Tenggara dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. (end)