FUTR RENCANAKAN PERLUASAN USAHA ENERGI TERBARUKAN
Share via
Terbit Pada
06 November 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-11-2026, 04:26:pm
30926708
IQPlus, (6/11) - PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) berencana menambah kegiatan usaha untuk memperkuat transformasi perseroan menjadi perusahaan induk yang berfokus pada sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Infrastruktur Hijau Berkelanjutan.
Penambahan kegiatan usaha tersebut mencakup Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 Nomor 64210) serta Aktivitas Administrasi Kantor dan Penunjang Kantor (KBLI 2025 Nomor 82100). Rencana ini ditujukan untuk mendukung fungsi pengelolaan portofolio investasi, pengawasan entitas anak, dukungan pendanaan, kerja sama strategis, serta koordinasi dan administrasi grup usaha.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 5 November 2026, perseroan menjelaskan bahwa penambahan kegiatan usaha tersebut dilakukan sejalan dengan rencana pengembangan sejumlah proyek, antara lain proyek panas bumi (geothermal) Baturaden, Jawa Tengah, dengan potensi kapasitas sekitar 220 MW melalui PT Sejahtera Alam Energy (SAE), serta penjajakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali dengan kapasitas rencana sekitar 130 MW.
FUTR juga merencanakan pengambilalihan 74.353 saham atau setara 51% saham PT Dumai Tirta Persada (DTP) dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai investasi Rp141 miliar. DTP bergerak dalam pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai. Rencana pengambilalihan tersebut berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat tanggal 30 September 2026.
Untuk proyek geothermal Baturaden, perseroan memperkirakan kebutuhan investasi sebesar USD748 juta atau setara Rp13,36 triliun. Dari jumlah tersebut, kebutuhan modal kerja hingga beroperasinya proyek diperkirakan USD67 juta atau Rp1,20 triliun. Namun, dalam rencana pendanaan yang dijelaskan, FUTR akan mengakuisisi SAE dan menyediakan pendanaan modal kerja hingga tahap operasi komersial (COD).
Secara keseluruhan, kebutuhan investasi yang direncanakan perseroan mencapai Rp1,34 triliun, terdiri atas investasi pada SAE sebesar Rp1,20 triliun dan pengambilalihan saham DTP sebesar Rp141 miliar. Sumber pembiayaan direncanakan berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham.
Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan KJPP Yufrizal, Deny Kamal & Rekan, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan keuangan. Analisis keuangan menghasilkan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp8,79 triliun, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 35,23%, serta Profitability Index sebesar 29,17. Periode pengembalian investasi diperkirakan selama 5 tahun 1 bulan.
Perseroan menyebutkan bahwa penambahan kegiatan usaha tersebut akan mendukung fungsi FUTR sebagai perusahaan induk, sedangkan kegiatan teknis dan operasional proyek tetap dijalankan oleh entitas anak atau perusahaan proyek sesuai kompetensi dan perizinannya. Kegiatan usaha yang telah tercantum dalam anggaran dasar juga tetap dipertahankan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
