FITCH RATINGS MEMPERTAHANKAN PERINGKAT BSI
Share via
Terbit Pada
28 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 16-09-2026, 02:01:pm
27037940
IQPlus, (28/9) - Fitch Ratings telah mempertahankan Issuer Default Rating (IDR) Jangka Panjang PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) di 'BBB-'dan Viability Rating (VR) di 'bbb-' Fitch juga telah mempertahankan Government Support Rating (GSR) BSI di 'bbb-'Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia telah mempertahankan Peringkat Nasional Jangka Panjang BSI di 'AA+(idn)' dan Peringkat Nasional Jangka Pendek di 'F1+(idn)'. Outlook untuk IDR Jangka Panjang dan Peringkat Nasional Jangka Panjang adalah Stabil.
Peringkat Nasional 'AA' menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama. Risiko gagal bayar inheren hanya sedikit berbeda dari emiten atau obligasi dengan peringkat tertinggi di negara tersebut.
Peringkat Nasional Jangka Pendek 'F1' menunjukkan kapasitas terkuat untuk pembayaran tepat waktu atas komitmen keuangan relatif terhadap emiten atau obligasi lain di negara yang sama. Berdasarkan skala Peringkat Nasional dari Fitch, peringkat ini ditetapkan terhadap risiko gagal bayar terendah dibandingkan dengan yang lain di negara atau serikat moneter yang sama. Untuk profil likuiditas yang tergolong kuat, "+" ditambahkan ke peringkat yang ditetapkan.
FAKTOR-FAKTOR PENGGERAK PERINGKAT
Didorong oleh VR, Didukung oleh Dukungan Pemerintah: IDR Jangka Panjang dan Peringkat Nasional Jangka Panjang didorong oleh profil kredit standalone BSI, sebagaimana tercermin dalam VR-nya, yang berada pada tingkat yang sama dengan GSR. VR tersebut mencerminkan franchise BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kualitas aset di atas rata-rata, dan profitabilitas yang kuat.
Kepemilikan Negara Diformalkan: BSI berubah menjadi badan usaha milik negara efektif sejak 23 Januari 2026, sehingga memperluas hak khusus saham pemerintah. Negara mendelegasikan sebagian hak tersebut kepada PT Danantara Asset Management (DAM), anak perusahaan dari sovereign wealth fund yang mengelola perusahaan-perusahaan milik negara.
BSI telah didekonsolidasikan dari laporan keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BBB/Negatif) sejak 1 Februari 2026. BSI kemudian keluar dari kelompok usaha bank Mandiri, tetapi perjanjian kepemilikan saham dan kerja samanya dengan Mandiri tetap tidak berubah. Fitch memandang perkembangan ini sebagai formalisasi pengaturan kepemilikan dan tata kelola BSI yang telah ada, tanpa perubahan material terhadap hubungan strategisnya dengan negara. (end)
