FAPET UNHAS DAN PT VALE PERKUAT HILIRISASI RISET AYAM ALOPE 1
Share via
Terbit Pada
29 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-09-2026, 12:01:am
27225063
IQPlus, (30/9) - Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) bersama PT Vale Indonesia memperkuat hilirisasi hasil riset melalui monitoring dan pendampingan budidaya Ayam Alope Unhas 1 bersama Kelompok Waliko di Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Lutim, Sulawesi Selatan.
Dekan Fapet Unhas, Prof Dr Syahdar Baba dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan dirinya bersama tim memantau langsung perkembangan budidaya serta berdiskusi dengan anggota Kelompok Waliko mengenai kondisi pemeliharaan di lapangan.
"Kami ingin memastikan tata laksana pemeliharaan yang diterapkan sudah tepat, sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi kelompok," ujar Prof Syahdar.
Pemantauan meliputi manajemen pakan, kondisi kandang, kesehatan ternak, perkembangan pembesaran, serta pencatatan produksi. Komponen tersebut merupakan bagian penting dalam pengelolaan budidaya karena dapat mempengaruhi performa dan efisiensi produksi.
Menurut Prof Syahdar, pencatatan dan evaluasi lapangan juga diperlukan untuk memperkuat proses hilirisasi hasil penelitian.
"Kami ingin kelompok memiliki kemampuan untuk mengelola budidaya secara mandiri. Karena itu, yang kami berikan bukan hanya pendampingan terhadap ternaknya, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam menjalankan usaha," ujarnya.
Ia menjelaskan, hal yang menarik dari Kelompok Waliko adalah komposisi anggotanya. Kelompok binaan tersebut beranggotakan lima orang penyandang disabilitas, dengan dua anggota di antaranya memiliki disabilitas fisik.
Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa penerapan hasil riset peternakan dapat membuka ruang partisipasi ekonomi yang lebih luas, termasuk bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kesempatan usaha.
"Ini juga penting bagi kami karena Kelompok Waliko memiliki karakter yang khusus. Mereka adalah penyandang disabilitas, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk menjalankan kegiatan produktif. Tugas kita adalah memberikan akses, pengetahuan, dan pendampingan agar potensi tersebut dapat berkembang," tutur Prof. Syahdar.
Kolaborasi dengan PT Vale Indonesia turut memperkuat ruang penerapan hasil riset tersebut melalui dukungan terhadap kelompok masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas pemanfaatan inovasi peternakan sekaligus memperkuat kapasitas usaha lokal.
"Harapan kami, kelompok ini tidak hanya berhasil dalam satu siklus pemeliharaan, tetapi mampu terus berkembang dan mengelola usahanya dengan pengetahuan yang sudah diperoleh. Kalau kapasitas kelompok kuat, hasil riset yang kita bawa juga akan memberikan manfaat yang lebih luas," jelasnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
