ESDM RESMI TEKEN KONTRAK PEMBANGUNAN JARINGAN GAS CIREBON TAHAP 1
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
21 May 2026
14039358
IQPlus, (21/5) - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menandatangani Kontrak Pembangunan dan Konsultan Pengawas Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) Kabupaten Cirebon Tahap 1.
"Mohon pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai tata waktu yang ditetapkan. Ketika nantinya dilakukan serah terima pekerjaan, kami berharap seluruh pekerjaan sudah memenuhi aspek kualitas dan ketepatan waktu," ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Agung Kuswardono.
Dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis, ia menjelaskan pembangunan Jargas Kabupaten Cirebon Tahap 1 direncanakan mencakup sekitar 41 ribu lebih sambungan rumah (SR) yang tersebar di Kecamatan Palimanan, Gempol, Depok, dan Dukupuntang.
"Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 20 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026," katanya.
Melalui pembangunan Jargas ini, Ditjen Migas berharap pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga dapat semakin meningkat sekaligus mendukung penyediaan energi yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan awal koordinasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur Jargas Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2026 dengan menghadirkan PT PGAS Solution sebagai kontraktor pembangunan dan PT Surveyor Indonesia sebagai konsultan pengawas.
Penandatanganan kontrak berlangsung di Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta, Rabu (20/5).
Inspektur IV Kementerian ESDM Bambang Utoro menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan proyek akan dilakukan secara ketat untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai regulasi dan standar yang berlaku.
"Kami akan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai tata waktu, kualitas, dan ketentuan regulasi atau compliance yang berlaku. Karena pembangunan Jargas ini merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Bambang. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
