BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    ESDM NILAI KOPERASI JADI PENGGERAK PROGRAM 100 GW PLTS

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    24 April 2026

    11339773

    IQPlus, (24/4) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai koperasi dapat berperan sebagai pengelola sekaligus penggerak kebutuhan energi masyarakat untuk mendukung Program 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    "Pengembangan energi terbarukan perlu memperhatikan keseimbangan antara supply dan demand. Koperasi dapat berperan sebagai pengelola sekaligus penggerak kebutuhan energi di masyarakat," ujar Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Trois Dilisusendi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

    Selaras dengan Trois, Yayasan Rumah Energi melalui Program Koperasi Hijau telah mendorong penguatan peran koperasi dalam transisi energi dengan menjangkau lebih dari 150 koperasi.

    Program ini sejalan dengan upaya implementasi PSN 100 GW PLTS yang menekankan keterlibatan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

    "Koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak transisi energi di tingkat komunitas, dan perannya perlu diperkuat melalui kebijakan yang tepat, model bisnis yang feasible, serta dukungan pembiayaan yang memadai," ujar Direktur Eksekutif Rumah Energi Sumanda Tondang.

    Program Koperasi Hijau milik Rumah Energi mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan koperasi, sekaligus mengembangkan model bisnis energi terbarukan berbasis komunitas yang aplikatif di lapangan.

    Melalui proyek Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia dengan model Energi Terbarukan Berbasis Komunitas (TERBIT), Rumah Energi juga telah melakukan berbagai asesmen lapangan.

    Hasilnya menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kerangka kebijakan nasional dengan kebutuhan implementasi, khususnya dalam aspek model bisnis, kesiapan teknis, akses pembiayaan, serta koordinasi lintas sektor. (end/ant)