ESDM : DAMPAK KONFLIK VENEZUELA TAK SIGNIFIKAN KE HARGA MINYAK DUNIA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 January 2026
00554171
IQPlus, (6/1) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai konflik yang berlangsung di Venezuela tak berdampak signifikan ke harga minyak dunia maupun perdagangan minyak dunia.
"Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Anggia menjelaskan, meskipun cadangan minyak Venezuela merupakan yang terbesar di dunia, produksi rata-rata masih di bawah 1 juta barel minyak per hari (barel oil per day/BOPD). Angka tersebut, lanjut dia, relatif kecil dibandingkan dengan rasio cadangannya.
Kondisi di Venezuela berbeda dengan kawasan Timur Tengah, kata dia. Konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan harga minyak sangat dinamis, sebab di kawasan Timur Tengah banyak terdapat negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries/Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi).
"Jadi, harga minyak bisa menjadi sangat dinamis," ucap Anggia.
Peningkatan produksi minyak nasional merupakan salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik, termasuk gejolak politik yang terjadi di Venezuela.
"Sebagai antisipasi, kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi," kata dia.
Diwartakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga BBM pada saat ini.
"Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil," kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025-2026 di Jakarta, Senin (5/1).
Laode menambahkan pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi dan pemantauan perkembangan situasi, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak dunia.
"Antisipasi itu selalu ada," ujar dia.
Pernyataan-pernyataan tersebut merespons gejolak politik yang berlangsung di Venezuela. Media internasional memberitakan AS menyerang secara militer ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1).
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Segera setelah itu, pemerintah Venezuela mengumumkan negaranya berada dalam kondisi darurat nasional. Beberapa negara sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan unilateral AS tersebut. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
