BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

EKSPLORASI ITMG HABISKAN BIAYA Rp7,86 MILIAR DI TRIWULAN III 2026

Terbit Pada

14 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 02-10-2026, 12:38:am

28651786

IQPlus, (14/10) - PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) emiten Pertambangan Batubara(Coal Mining) menyampaikan kegiatan Operasional pertambangan batubara dilakukan di Bulan Juli-September 2026.

Monika Ida Krisnamurti Corporate Secretary ITMG dalam keterangan tertulisnya (12/10) menuturkan bahwa Operasional pertambangan batubara dilakukan oleh PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) melalui Anak Perusahaannya yang memiliki ijin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) saat ini yaitu PT. Indominco Mandiri, PT. Trubaindo Coal Mining, PT. Bharinto Ekatama, dan anak perusahaan yang memiliku ijin usaha pertambangan (IUP) yaitu PT Nusa Persada Resource

Kegiatan Pengeboran yang dilakukan pada bulan Juli - September 2026 merupakan kelanjutan aktivitas yang dilakukan pada periode bulan sebelumnya. Adapun kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh Departemen Geologi dengan fokus diutamakan pada aktivitas Pengeboran pre-production dan development dengan metode Pengeboran lubang terbuka (Open hole) dan Pengeboran inti (Coring) di masing - masing anak perusahaan PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM)

Operasional Pengeboran PT. Trubaindo Coal Mining pada area Blok Selatan yang terletak pada Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur telah dilakukan oleh pihak Kontraktor Jasa Pengeboran PT. Cosyindo Teknik (CT) dengan biaya sebesar Rp2,45 miliar.

Sementara itu PT. Indominco Mandiri melakukan Pengeboran pada Blok Barat dan Blok Timur yang terletak pada Kecamatan Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Bontang Utara dan Selatan Kabupaten Bontang, Provinsi Kalimantan Timur dengan biaya sebesar Rp353,66 juta

PT. Bharinto Ekatama melakukan Pperasional Pengeboran di Kec. Damai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur dan Kec.Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah dengan wilayah kerja seluas 17.311 Ha sebagaimana terdapat padalampiran surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara bertanggal 12 April 2017 (luasan sebelumnya adalah 22.000 Ha).

Luasan wilayah kerja tersebut terbagi menjadi tiga area utama (blok), yakni Blok Biangan seluas 4.707 Ha (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah), Blok Lempenang seluas 7.943 Ha (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah) dan Blok Tenaik (sebelumnya bernama Blok Skidding) seluas 4.661 Ha (seluruhnya wilayah Kalimantan Timur) dengan biaya sebesar Rp3,27 miliar.

Adapun PT Nusa Persada Resources (NPR) melakukan eksplorasi di Barito Utara, Kalimantan Tengah dengan metode Full-coring danpartial coring serta pengambilan contoh batubara 736 sampel batubara dan Total volume pemboran yang telah diselesaikan selama periode Juli sampai September 2026 ini mencapai 4,503.23 meter dengan total biaya Rp1,78 miliar dengan cakupan sebaran titik bor yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan data geoteknik sehingga total eksplorasi ITMG di triwulan III 2026 menjadi sebesar Rp7,86 miliar. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas