BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    EKSPANSI GERAI BARU, ALFAMIDI SIAPKAN DANA INVESTASI RP1,5 TRILIUN

    Terbit Pada

    04 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 09:20:am

    15451373

    IQPlus, (4/6) - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun pada 2026. Adapun dana (capex) tersebut akan dipergunakan untuk mendukung rencana ekspansi jaringan ritel Perseroan.

    Direktur MIDI, Suantopo Po, mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pembukaan sekitar 200 gerai baru di berbagai wilayah operasional perseroan.

    Direktur MIDI, Suantopo Po, mengatakan alokasi capex tersebut telah disiapkan guna merealisasikan target pertumbuhan jumlah gerai sepanjang tahun ini. Perseroan berencana membuka sekitar 200 gerai baru yang akan tersebar di berbagai wilayah operasional perseroan.

    Menurutnya, pembukaan toko baru masih menjadi salah satu strategi utama perseroan untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi bisnis ritel modern. "Perseroan menargetkan pembukaan gerai sebanyak 200 gerai pada tahun 2026. Adapun kebutuhan capex-nya sekitar Rp1,5 triliun," ujar Suantopo dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

    Hingga akhir 2025, Alfamidi tercatat mengoperasikan 2.587 gerai yang terdiri atas 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh. Jaringan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

    Selain memperluas jaringan fisik, perseroan juga terus memperkuat ekosistem digital melalui aplikasi Midi Kriing. Hingga akhir 2025, jumlah anggota (member) Alfamidi tercatat mencapai 7,02 juta orang dengan kontribusi terhadap total penjualan sebesar 49,8%.

    Di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat, perseroan juga terus melakukan penyesuaian strategi bisnis melalui analisis kebutuhan pelanggan, pengelolaan stok produk yang lebih tepat, serta penyediaan program promosi yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen di masing-masing wilayah operasional. (end)