EKONOM: PEMERINTAH PERLU JAGA DAYA BELI SAAT MANUFAKTUR TERTEKAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 May 2026
12553480
IQPlus, (6/5) - Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan terhadap sektor manufaktur yang tercermin dari kontraksi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 49,1 pada April 2026.
PMI manufaktur merupakan indikator yang menggambarkan kondisi aktivitas industri manufaktur berdasarkan survei terhadap pelaku usaha. Angka PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur sedang mengalami ekspansi atau pertumbuhan. Sebaliknya, angka di bawah 50 menandakan kontraksi atau perlambatan aktivitas manufaktur.
Faisal mengatakan tekanan terhadap manufaktur tidak lepas dari dampak konflik geopolitik global, khususnya perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Ia menjelaskan sebelum konflik memanas, kondisi manufaktur Indonesia sebenarnya masih cukup baik, dari sisi kinerja industri maupun permintaan domestik.
Namun, ia menyebut konflik di Timur Tengah kemudian memicu kenaikan biaya energi, biaya produksi, serta gangguan rantai pasok global yang berdampak pada industri dalam negeri. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
