EKONOM: MASA TANAM AKHIR 2026 JADI KUNCI JAGA PASOKAN PANGAN AWAL 2027
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
05 October 2026
27750885
IQPlus, (5/10) - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai keberhasilan masa tanam Oktober-Desember 2026 menjadi kunci menjaga kesinambungan pasokan pangan pada awal 2027.
Menurut dia, keterlambatan hujan dapat menggeser jadwal tanam dan panen yang seharusnya menopang pasokan pada Februari-April 2027, bertepatan dengan peningkatan kebutuhan pangan saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
"Sebenarnya risiko terbesar saat ini bukan cuma produksi yang dipanen, tetapi keberhasilan tanam Oktober-Desember 2026 yang akan menentukan pasokan awal 2027 nanti," kata Eliza di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Eliza mengatakan panen yang masuk saat ini merupakan hasil penanaman pada bulan-bulan sebelumnya. Karena itu, perkembangan luas tanam hingga akhir tahun akan menentukan kesinambungan produksi pada awal 2027.
Jika jadwal tanam mundur atau terjadi gagal panen (puso), panen yang seharusnya menopang pasokan pada Februari-April berpotensi ikut bergeser.
"Yang dikhawatirkan selama Februari belum panen raya, tetapi permintaan tinggi. Ini yang perlu diantisipasi agar harga-harga pangan tidak melonjak ketika Ramadhan 2027," ujar dia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
