BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    EFEK PENJUALAN ASET ANAK USAHA, SAHAM PNSE ALAMI VOLATILITAS TINGGI?

    Terbit Pada

    08 January 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 27-11-2025, 11:40:am

    00749952

    IQPlus, (8/1) - PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek perseroan yang terjadi baru-baru ini.

    Melalui surat nomor 003/PS-Dir/I/26, manajemen emiten perhotelan ini mengungkapkan bahwa pergerakan harga saham tersebut kemungkinan berkaitan dengan rangkaian keterbukaan informasi yang telah disampaikan perseroan pada 11 Agustus 2025 dan 7 November 2025 lalu.

    Direktur PNSE, Ariyo Tejo, menjelaskan bahwa fakta material yang dimaksud adalah rencana transaksi penjualan aset tanah milik anak perusahaan yang sahamnya dimiliki perseroan sebesar 99,99%. Aset tersebut merupakan lahan yang saat ini belum dimanfaatkan, sehingga divestasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi kas dan mengoptimalkan aset produktif grup di masa mendatang.

    Selain rencana penjualan aset, manajemen juga mengklarifikasi perihal rencana aksi korporasi jangka pendek. Perseroan sebelumnya menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2025, namun diputuskan untuk ditunda karena alasan teknis terkait kepatuhan POJK Nomor 17 Tahun 2020. Meskipun demikian, PNSE menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan tindakan korporasi tersebut dalam waktu dekat guna mendukung kepentingan strategis perusahaan.

    Terkait kepemilikan saham, hingga laporan ini dirilis pada 8 Januari 2026, manajemen PNSE menyatakan belum menerima informasi mengenai adanya rencana perubahan kepemilikan dari pemegang saham utama. Perseroan memastikan akan terus mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan segera memberikan laporan jika terdapat perkembangan material lebih lanjut yang dapat memengaruhi keputusan investasi para pemegang saham di pasar modal.(end)