DUA DIREKTUR DAN SATU KOMISARIS DEPO BANGUNAN KOMPAK MENGUNDURKAN DIRI
Share via
Terbit Pada
29 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-05-2026, 02:52:pm
14856387
IQPlus, (29/5) - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) resmi mengumumkan adanya perubahan signifikan di jajaran manajemen perusahaan. Emiten pengelola jaringan supermarket bahan bangunan tersebut menerima surat pengunduran diri dari dua anggota Direksi dan satu anggota Komisaris secara bersamaan pada 28 Mei 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Sekretaris Perusahaan, Caroline A. Kettin, pada Jumat (29/5/2026), pihak yang mengajukan pengunduran diri terdiri dari Rita Lijanto selaku Komisaris Perseroan, Kambiyanto Kettin sebagai Direktur Utama Perseroan, serta Pathama Sirikul selaku Direktur Perseroan.
Perseroan menyampaikan bahwa pengunduran diri ketiga anggota dewan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2026. Selanjutnya, perubahan susunan pengurus perusahaan akan diproses sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Menindaklanjuti kekosongan jabatan tersebut, manajemen Perseroan menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi posisi strategis di jajaran pengurus perusahaan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses suksesi kepemimpinan guna menjaga keberlanjutan operasional dan bisnis Perseroan.
Dalam usulan yang disiapkan, Kambiyanto Kettin yang sebelumnya menjabat Direktur Utama diusulkan menjadi Komisaris Utama Perseroan. Selain itu, Hermanto Tanoko diusulkan mengisi posisi Komisaris Perseroan, sementara Henryanto Komala diusulkan untuk menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan yang baru.
Mekanisme Persetujuan RUPS Sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 33/POJK.04/2014 dan Nomor 31/POJK.04/2015, serta Anggaran Dasar Perseroan, keputusan akhir mengenai permohonan pengunduran diri dan usulan perubahan pengurus ini tidak dapat dilakukan sepihak.
"Permohonan pengunduran diri dan usulan tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan yang rencananya akan digelar pada tanggal 29 Juni 2026," demikian tertulis dalam siaran pers resmi perusahaan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
