DSNG TUNJUKKAN RESILIENSI, BISNIS KAYU DAN ENERGI JADI MOTOR PERTUMBUHAN
Share via
Terbit Pada
31 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 19-12-2025, 04:30:pm
08941503
IQPlus, (31/3) - Di tengah dinamika industri global, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukkan resiliensi operasional melalui tiga pilar bisnis utamanya: kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan.
Pada segmen kelapa sawit, DSNG mencatatkan pertumbuhan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 3,8% menjadi 2,19 juta ton. Efisiensi pengolahan juga terlihat dari produksi CPO yang naik 4,9% menjadi 631 ribu ton dengan kualitas produk (FFA) yang terjaga di kisaran 3%.
Namun, sorotan utama tertuju pada keberhasilan diversifikasi di luar sawit. Produk kayu mencatatkan penjualan sebesar Rp1,2 triliun atau naik 7,8% secara tahunan (YoY), didorong oleh peningkatan volume panel kayu dan engineered flooring.
Sementara itu, segmen energi terbarukan (renewable energy/RE) membukukan pendapatan Rp226 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh operasional penuh pabrik pelet kayu di Boyolali guna memenuhi kebutuhan energi rendah karbon.
"Implementasi kebijakan B40 di pasar domestik turut menjaga stabilitas permintaan," tambah Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG.
Saat ini, DSNG mengelola 111,6 ribu hektar lahan sawit tertanam dan dua pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah. Untuk bisnis energi terbarukan, perusahaan telah aktif mengekspor cangkang kelapa sawit dan wood pellet sebagai bahan baku biomasa ke Jepang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat diversifikasi bisnis di masa depan.(end)
