DOLAR AS MASIH MELEMAH JELANG RISALAH FED
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
07 October 2026
27931930
IQPlus, (7/10) - Nilai tukar dolar AS masih melemah pada hari Rabu setelah tekanan di pasar obligasi Eropa mereda, sementara perhatian pasar tertuju pada rilis risalah rapat Federal Reserve dan pidato para pembuat kebijakannya untuk mencari sinyal mengenai potensi kenaikan suku bunga.
Euro mencatat lonjakan terbesar dalam tujuh minggu pada sesi sebelumnya seiring turunnya imbal hasil obligasi Prancis, setelah kandidat unggulan dalam pemilihan presiden musim semi mendatang memaparkan rencana pemangkasan belanja negara. Yen melemah meskipun seorang anggota dewan Bank of Japan yang dikenal berpandangan *dovish* menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga.
Pada hari Rabu ini, bank sentral AS dijadwalkan merilis risalah rapat kebijakan tanggal 15-16 September, saat mereka menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Komentar dari para pembuat kebijakan The Fed cenderung tidak terlalu *hawkish* menyusul data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) dan data ketenagakerjaan pekan lalu yang berada di bawah ekspektasi.
"Tampaknya urgensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sedikit berkurang setelah data PCE yang lebih lemah dan laporan *nonfarm payroll* baru-baru ini," ujar Gavin Friend, ahli strategi pasar senior di National Australia Bank, dalam sebuah podcast.
Indeks dolar, yang mengukur nilai mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya, naik 0,03% ke level 101,94, setelah sempat turun 0,27% pada sesi sebelumnya. Euro melemah tipis 0,08% menjadi $1,1249.
Yen Jepang melemah 0,19% terhadap dolar AS ke level 158,43 per dolar. Poundsterling turun 0,08% menjadi $1,3262.
Imbal hasil obligasi di seluruh dunia telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir akibat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral serta kekhawatiran mengenai keuangan pemerintah.
Utang Prancis berada di bawah tekanan yang meningkat seiring upaya para politisi untuk mengendalikan defisit anggaran menjelang pemilihan umum tahun 2027 yang diperkirakan akan berlangsung sengit. Keputusan untuk mengadakan pemilihan umum dini di Spanyol turut menambah tekanan terhadap euro belakangan ini. Nilai tukar euro menguat tajam pada hari Selasa setelah kandidat presiden Prancis dari kubu sayap kanan, Marine Le Pen, menaikkan target pemangkasan belanja menjadi 140 miliar euro (US$158 miliar) naik dari rencana awal penghematan sebesar 125 miliar euro jika ia memenangkan kekuasaan pada tahun 2027.
Anggota dewan kebijakan baru Bank of Japan (BOJ), Ayano Sato, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Kyodo pada hari Rabu bahwa ia mendukung gagasan kenaikan suku bunga secara bertahap.
BOJ mungkin akan memberikan sinyal bulan ini bahwa inflasi inti telah mendekati target 2%, menurut tiga sumber yang mengetahui pandangan bank sentral tersebut, yang mengindikasikan kesiapan mereka untuk kembali menaikkan suku bunga.
Dolar Australia melemah 0,04% terhadap dolar AS menjadi $0,6979, sementara dolar Selandia Baru (kiwi) turun 0,07% menjadi $0,5617.
Di pasar mata uang kripto, bitcoin turun 0,22% menjadi $85.438,59, dan ether turun 0,12% menjadi $2.695,22. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
