BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

DMAS OPTIMISTIS PRAPENJUALAN 2026 BISA LAMPAUI TARGET

Terbit Pada

07 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 01-09-2026, 02:01:pm

24951887

IQPlus, (7/9) - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat permintaan lahan industri yang cukup kuat sepanjang semester I 2026. Dari total permintaan lahan industri seluas 85 hektare, sekitar 75% di antaranya berasal dari sektor data center.

Tingginya permintaan tersebut turut menopang kinerja prapenjualan perseroan. Hingga paruh pertama 2026, pengembang kawasan Kota Deltamas ini telah membukukan prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun atau sekitar 55% dari target tahunan Rp2,08 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, mengatakan perseroan masih optimistis dapat mencapai target prapenjualan yang telah ditetapkan untuk tahun ini.

"Target di 2026 ini yang sebesar Rp2,08 triliun bisa tercapai. Hingga semester I 2026, prapenjualan perseroan pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai 55% dari target tahun ini. Bahkan, kami akan melakukan revise up atau merevisi target yang sudah ditentukan di awal tahun " ujar Tondy dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).

Menurut Tondy, sektor industri menjadi kontributor utama prapenjualan perseroan pada semester pertama tahun ini. Salah satu segmen yang menunjukkan permintaan kuat adalah industri data center.

Permintaan dari sektor tersebut didukung oleh kesiapan infrastruktur di kawasan Kota Deltamas. Perseroan menyediakan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari pasokan listrik dengan layanan premium hingga jaringan serat optik dengan tingkat redundansi yang andal.

Selain itu, Kota Deltamas memiliki sistem looping untuk mendukung ketersediaan air bersih dan air daur ulang. Perseroan juga menyiapkan pusat komando data dan keamanan untuk menunjang kebutuhan operasional kawasan.

Dengan tren permintaan tersebut, DMAS menyatakan akan terus meningkatkan fasilitas dan layanan di kawasan Kota Deltamas. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi kawasan sebagai kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan sekaligus pusat aktivitas regional di sisi timur Jakarta.

Kawasan Industri Masih Prospektif

Tondy menilai prospek kawasan industri hingga 2027 masih cukup positif. Ia menyebut tantangan yang lebih terasa saat ini berada pada segmen residensial, terutama karena tingkat suku bunga masih relatif tinggi.

Perseroan berharap penurunan suku bunga dapat berlanjut sehingga mampu memberikan sentimen positif terhadap sektor residensial.

Di sisi lain, tingginya suku bunga dinilai tidak selalu menjadi kendala bagi investor asing yang masuk ke sektor industri, khususnya data center.

"Mudah-mudahan suku bunga bisa lebih turun. Ini justru akan menekan kawasan residensial. Tapi untuk kawasan industri dan khususnya data center bagi mereka investor asing dengan suku bunga tinggi malah lebih murah. Mereka melihatnya begitu," kata Tondy.

Meski melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, DMAS belum menetapkan target prapenjualan untuk 2027. Perseroan masih berfokus mengejar target yang telah ditetapkan untuk tahun berjalan.

"Kalau bicara 2027 masih terlalu awal. Di tahun ini kita optimis target tercapai. Kita selesaikan tahun 2026 ini. Belum ada target tahun depan. Tapi saya kira akan lebih baik juga di tahun depan," pungkasnya. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas