DIVERSIFIKASI USAHA, PGEO BAKAL GARAP PENGOLAHAN DATA
Share via
Terbit Pada
20 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 04:30:pm
10932384
IQPlus, (20/4) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) atau Perseroan mengumumkan rencana strategis untuk menambah kegiatan usaha di bidang aktivitas pengolahan data dan penyediaan infrastruktur komputasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam melakukan diversifikasi usaha sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi secara terintegrasi.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 17 April 2026, Perseroan berencana mengembangkan fasilitas Data Center dengan kapasitas 5 MW (Utility Load) yang berlokasi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek ini akan didukung langsung oleh energi listrik yang dihasilkan dari sumber panas bumi milik Perseroan, menciptakan ekosistem infrastruktur digital berbasis energi bersih (green data center).
Penambahan kegiatan usaha ini mencakup dua kode KBLI baru, yaitu KBLI 63101 (Aktivitas Pengolahan Data) dan KBLI 63102 (Aktivitas Penyediaan Infrastruktur Komputasi, Hosting, dan Aktivitas Terkait). Berdasarkan studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid & Rekan, rencana ekspansi ini dinyatakan layak untuk dilaksanakan baik dari aspek pasar, teknis, maupun keuangan.
"Rencana ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam melakukan diversifikasi usaha sekaligus optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi," tulis manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut. Fasilitas Data Center PGE Kamojang diproyeksikan memiliki keunggulan kompetitif karena lokasinya yang berada di dataran tinggi, sehingga suhu alami lingkungan dapat mendukung efisiensi sistem pendinginan.
Selain itu, Perseroan membidik pasar dari internal Grup Pertamina, BUMN, instansi pemerintah, hingga pelanggan global yang membutuhkan layanan data center ramah lingkungan. Untuk merealisasikan rencana ini, PGE akan meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026. Jika disetujui, penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. (end)
