DIVERSIFIKASI BISNIS, PGEO BIDIK PENGOLAHAN DATA DAN INFRASTRUKTUR KOMPUTASI
Share via
Published On
13 March 2026
Related Stocks
Latest update: 29-01-2026, 04:30:pm
07154348
IQPlus, (13/3) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (Perseroan, PGE atau IDX:PGEO) berencana menambah kegiatan usaha baru di bidang pengolahan data dan penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, serta aktivitas terkait. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan industri pusat data di Indonesia.
Rencana tersebut akan dijalankan melalui pengembangan fasilitas data center berkapasitas sekitar 5 megawatt (MW) yang berlokasi di wilayah Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penambahan kegiatan usaha ini mencakup klasifikasi usaha KBLI 63101 (aktivitas pengolahan data) dan KBLI 63102 (penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, dan aktivitas terkait).
Manajemen PGE menyatakan bahwa rencana ekspansi ini telah melalui studi kelayakan bisnis yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis, Hamid & Rekan. Hasil analisis menunjukkan proyek tersebut memiliki indikator kelayakan keuangan yang positif, antara lain tercermin dari Net Present Value (NPV) yang bernilai positif serta Internal Rate of Return (IRR) yang lebih tinggi dari biaya modal perusahaan.
Selain itu, pembangunan proyek direncanakan menggunakan kas internal perusahaan sehingga tidak menambah beban utang maupun kewajiban bunga. Dengan skema tersebut, dampak terhadap rasio keuangan seperti interest coverage ratio (ICR) dan debt service coverage ratio (DSCR) diproyeksikan tidak mengalami perubahan signifikan.
PGE menilai prospek industri data center di Indonesia masih sangat menjanjikan. Pertumbuhan pesat sektor ini didorong oleh meningkatnya adopsi cloud computing, kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta percepatan digitalisasi di berbagai sektor ekonomi.
Dalam beberapa tahun ke depan, kapasitas pasar data center nasional diperkirakan meningkat signifikan. Kapasitas retail colocation diproyeksikan naik dari sekitar 388 MW pada 2025 menjadi lebih dari 1.600 MW pada 2031, sementara wholesale colocation diperkirakan mencapai lebih dari 1.200 MW.
Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan diajukan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026. Persetujuan pemegang saham menjadi salah satu syarat bagi perusahaan untuk mulai menjalankan kegiatan usaha baru tersebut.
Perseroan berharap ekspansi ke sektor data center dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan serta membuka sumber pendapatan baru dalam jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. (end)
Related Research
News Related
