BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    DIDUKUNG EKSPANSI ARMADA, BULL OPTIMISTIS TUMBUH DI 2026

    Terbit Pada

    03 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 03-06-2026, 12:02:pm

    15338646

    IQPlus, (3/6) - Setelah berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 141% secara year-on-year (YoY) pada kuartal pertama, emiten pelayaran tanker terkemuka PT Buana Lintas Lautan Tbk ("BULL") menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek keuangan di kuartal II-2026.

    Manajemen perusahaan memperkirakan kinerja pada periode April-Juni tersebut akan melampaui pencapaian kuartal sebelumnya, sekaligus meletakkan dasar bagi pencapaian rekor laba bersih tahunan sepanjang tahun 2026. Pada kuartal I-2026 (1Q2026), perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ini mencatatkan laba bersih sebesar US$14,2 juta, melonjak drastis dari US$5,9 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan dari US$39,3 juta menjadi US$43,9 juta, yang didorong oleh peningkatan tarif Time Charter Equivalent (TCE) harian akibat ketatnya pasokan kapal tanker global serta berkurangnya beban pembiayaan perusahaan.

    Dampak Konflik Global dan Proyeksi Kuartal II

    Manajemen BULL mengungkapkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz belum berdampak penuh pada tarif sewa kapal hingga akhir kuartal kedua. Hal ini disebabkan oleh jarak pelayaran yang jauh, yang umumnya memberikan efek penundaan (lag effect) sekitar 2 hingga 3 bulan pada kenaikan tarif sewa angkutan.

    "Oleh karena itu, manajemen memperkirakan kinerja keuangan 2Q2026 akan jauh lebih baik daripada 1Q2026, dengan ekspektasi laba bersih triwulanan tertinggi," tulis manajemen BULL dalam keterangan resminya, Rabu (3/6).

    Perubahan geopolitik tersebut memaksa negara-negara konsumen minyak mencari sumber energi dari produsen yang lebih jauh, yang secara drastis meningkatkan ton-miles angkutan. Sebagai gambaran, penutupan Selat Hormuz memaksa India mengalihkan impor minyaknya dari Teluk Persia ke benua Amerika. Pengalihan rute yang memperpanjang waktu tempuh dari 4 hari menjadi 40 hari ini diproyeksikan melonjakkan kebutuhan armada tanker Aframax dari 52 kapal menjadi 365 kapal untuk volume yang sama. Efek perpanjangan jarak transportasi inilah yang diperkirakan akan merefleksikan peningkatan pendapatan TCE 2Q2026 secara substansial, terutama di akhir kuartal.

    Kinerja PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) pada kuartal II-2026 diperkirakan akan semakin kuat dengan mulai berkontribusinya operasional kapal tanker LNG yang baru diterima. Kehadiran armada baru ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan seiring tingginya permintaan jasa angkutan energi global.

    Merespons prospek pasar tanker minyak dan LNG yang masih menjanjikan, manajemen BULL telah menyiapkan rencana ekspansi armada secara substansial melalui pembelian kapal baru maupun peluang akuisisi strategis. Pengembangan bisnis tersebut akan difokuskan pada empat pilar utama, yakni transportasi minyak mentah dan produk minyak, transportasi LNG, unit FPSO dan FSO, serta unit FSRU untuk regasifikasi LNG.

    Perseroan menilai permintaan kapal tanker akan tetap tinggi baik dalam skenario konflik geopolitik berlanjut maupun ketika terjadi de-eskalasi. Jika ketegangan mereda, tarif pengangkutan bahkan berpotensi meningkat seiring pemulihan volume produksi minyak, pengangkutan cadangan minyak dari kawasan Teluk Persia, serta upaya negara-negara konsumen untuk mendiversifikasi sumber energi dan membangun kembali cadangan strategis mereka.

    Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kinerja keuangan dan prospek bisnis ke depan, BULL dijadwalkan menggelar earnings call pada 8 Juni 2026. Kegiatan tersebut akan menjadi sarana bagi manajemen untuk memaparkan strategi pertumbuhan dan arah pengembangan perusahaan kepada para pemegang saham serta investor. (end)