DANANTARA PERKUAT SINERGI BUMN UNTUK DUKUNG KOPDES MERAH PUTIH
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
17 July 2026
19726075
IQPlus, (17/7) - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memperkuat sinergi antar-BUMN untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu memberikan layanan yang semakin luas dan efektif bagi masyarakat desa.
"Sekarang ini integrasi KDKMP memang masih di tahap awal, jadi masih ada yang harus disempurnakan. Ke depan kita bakal terus benahi supaya sistemnya makin rapi, layanannya makin lengkap, dan masyarakat desa bisa merasakan manfaatnya secara langsung," ujar Dony dalam keterangannya yang dikonfirmasi ANTARA dari Tanimbar, Maluku, Kamis.
KDKMP dipersiapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus pusat layanan terpadu bagi masyarakat desa.
Melalui jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, KDKMP diharapkan mampu memperkuat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari LPG 3 kg, beras SPHP, Minyakita, hingga pupuk bersubsidi.
Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga akan menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat desa, seperti penyaluran pembiayaan Mekaar, layanan perbankan BRILink, serta akses logistik melalui Pos Indonesia.
Kehadiran berbagai layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, logistik, dan kebutuhan dasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Untuk mendukung KDKMP, Dony Oskaria menggelar pertemuan bersama jajaran Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, PTPN IV, RNI (ID FOOD), Bulog, dan Agrinas Palma.
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antar-BUMN dalam mendukung operasional KDKMP agar mampu memberikan layanan yang semakin luas dan efektif bagi masyarakat desa.
Menurut Dony, sinergi lintas BUMN menjadi langkah awal untuk terus menyempurnakan layanan KDKMP sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas BUMN tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, logistik, pembiayaan, dan berbagai program pemberdayaan.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
