DANANTARA OPTIMISTIS LABA BERSIH KONSOLIDASI BUMN CAPAI Rp360 TRILIUN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 October 2026
28057231
IQPlus, (8/10) - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan optimistis laba bersih dari konsolidasi BUMN dapat mencapai Rp360 triliun pada tahun 2026.
"Perbaikan BUMN kita menunjukkan result yang luar biasa. Saya expect 2026 kita bisa closing paling tidak Rp360 triliun net income. This is a huge number dari laba kita," kata Dony di Jakarta, Kamis.
"Saya cukup confident, paling tidak BUMN-BUMN konsolidasi BUMN kita tahun 2026 kita bisa untung Rp360 triliun," ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Dony menilai laba tersebut bisa menjadi mesin pertumbuhan baru perekonomian Indonesia. Ia mengatakan, sebagian laba akan diberikan dalam bentuk dividen lalu diinvestasikan kembali (re-invest) untuk membiayai berbagai proyek strategis.
"Rp360 triliun ini menjadi engine of growth baru yang nanti kita re-invest. Kita berikan dalam bentuk dividen," kata Dony.
Meski demikian, ia mengatakan kerja sama dengan mitra-mitra strategis juga diperlukan Danantara untuk menanggung kebutuhan ekuitas bersama dalam sebuah proyek.
"Tetapi, satu project itu tidak hanya kita sendiri, karena equity portion-nya juga ada partner yang kita ajak, dan lain sebagainya. Sehingga inilah yang diharapkan oleh pemerintah untuk menjadi pendorong (pertumbuhan ekonomi)," ujar Dony.
Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan Danantara tidak akan menyetorkan dividen ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 dan 2027.
Menkeu mengatakan, dividen dari Danantara belum diperhitungkan sebagai penerimaan negara dalam kedua tahun anggaran tersebut.
Meski demikian, Suahasil menilai kontribusi Danantara tidak hanya diukur dari penerimaan negara berupa dividen, tetapi juga bisa dilihat dari berbagai proyek dan aktivitas yang dijalankan melalui aset yang dikelola lembaga tersebut.
Berbagai aktivitas itu diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan produksi barang dan jasa, serta menghubungkan investasi dengan pihak swasta.
Dengan demikian, Suahasil menilai kinerja Danantara nantinya dapat dilihat dari kemampuannya mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Bagaimana Danantara yang bekerja lebih keras, Danantara yang bekerja dengan aset yang sedemikian besar kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, menghubungkan dengan investasi dari pihak swasta dan kemudian mensejahterakan masyarakat Indonesia," katanya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
