DANANTARA : MERGER 7 BUMN LOGISTIK UPAYA TRANSFORMASI DAN EFISIENSI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
01 July 2026
18126097
IQPlus, (1/7) - Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM) Aurelius Altius Rosimin mengatakan penggabungan usaha (merger) tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik merupakan langkah strategis transformasi dan efisiensi di sektor tersebut.
Aurelius di sela acara penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan di Jakarta, Selasa, menilai konsolidasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi portofolio DAM guna mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan program Asta Cita Pemerintah.
"PPenggabungan ini bertujuan untuk memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah," ujar dia.
Adapun tujuh perusahaan yang bergabung dalam konsolidasi tersebut adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
Lebih lanjut, Aurelius mengatakan penggabungan tujuh BUMN logistik ini juga bertujuan membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Dengan menyatukan kekuatan antarentitas, lanjut dia, konsolidasi ini diharapkan mampu memperbesar skala bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi duplikasi fungsi dan biaya.
"Langkah strategis ini pun ditargetkan dapat memperkuat daya saing layanan logistik nasional, sekaligus menekan biaya logistik Indonesia yang saat ini posisinya masih berada di atas rata-rata negara Asia Tenggara (ASEAN).
Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph mengatakan perseroan memiliki modal infrastruktur yang solid untuk mengintegrasikan layanan multimoda dan digitalisasi logistik nasional.
"Pos Indonesia saat ini didukung jaringan 5.597 titik layanan yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, didukung armada sebanyak 8.032 unit, dengan jangkauan layanan ke lebih dari 220 negara," kata Daud.
"Perusahaan ini melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan dan memproses lebih dari 300 ribu paket per hari," ujarnya menambahkan. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
