BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    CSIS : PERJANJIAN DAGANG AS BAWA DAMPAK POSITIF REFORMASI STRUKTURAL

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    27 February 2026

    05751894

    IQPlus, (27/2) - Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono berpendapat Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berdampak positif dari sisi dorongan reformasi struktural.

    "Manfaat utama dari ART ini sebenarnya ada pada kesempatan melakukan reformasi struktural yang mana sulit dilakukan atas keinginan sendiri," kata Riandy dalam taklimat media bertajuk "Perjanjian Perdagangan Resiprokal: Karpet Merah atau Jebakan Perdagangan" di Jakarta, Jumat.

    Sebagai contoh, kesepakatan ART mendorong perizinan impor yang lebih terbuka dan otomatis, khususnya untuk produk dari AS. Menurut Riandy, poin ini bisa mereformasi regulasi barang larangan atau pembatasan (lartas) yang selama ini membutuhkan banyak rekomendasi.

    Kemudian, kesepakatan itu juga bisa memancing pembenahan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan hambatan investasi lain yang cukup restriktif.

    "Karena, dapat diperdebatkan bahwa ketika kita menerapkan rezim perdagangan dan investasi yang lebih restriktif, investasinya justru tidak masuk, karena mereka butuh bahan baku untuk mengekspor dan lain sebagainya," jelas dia.

    Prinsip keberterimaan standar dan proses juga dikatakan menjadi salah satu poin positif. Misalnya soal regulasi halal untuk produk AS.

    Skema itu bukan menuntut Indonesia untuk menghapus ketentuan halal yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), tetapi meminta pengakuan terhadap standar halal dari AS.

    Riandy menilai pendekatan tersebut dapat memangkas proses pengujian berulang yang memperlambat arus barang.

    "Ini kan menghilangkan repetisi pengujian dari standar itu sendiri. Jadi, ini membuat perdagangan jauh lebih seamless," katanya menambahkan.

    Kepabeanan pun didorong untuk makin modern, misalnya dengan membolehkan pemberitahuan di depan tentang klasifikasi atau ketentuan produk, sehingga proses yang sebelumnya berbelit akan menjadi lebih mulus.

    Dampak positif lainnya terlihat pada perlindungan tenaga kerja dan lingkungan.

    Riandy menyebut kesepakatan ART bakal makin mengetatkan ketentuan soal upah minimum provinsi (UMP) dan praktik outsourcing.

    Sedangkan dari sisi lingkungan, kesepakatan ini bisa menekan praktik penebangan liar (illegal logging) dan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), mendorong penggunaan sumber daya yang lebih efisien, dan mendaur ulang bahan baku mineral kritis atau critical raw materials (CRM).

    "Jadi (kesepakatan ART) ini adalah hidden gem, kalau kata anak-anak gen Z sekarang. Hidden gem dari perjanjian yang kita rasa ini sangat berat sebelah. Ada hidden gem-nya," tutur dia. (end/ant)