CITA TARGETKAN VOLUME PENJUALAN 9,10 JUTA WMT PADA 2026
Share via
Terbit Pada
13 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 07-05-2026, 10:02:am
13250396
IQPlus, (13/5) - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), emiten pertambangan bauksit yang terkoneksi dengan ekosistem hilirisasi nasional, terus memperkuat posisinya sebagai pemasok utama bauksit dalam negeri. Momentum pertumbuhan industri pengolahan dan refinery di Indonesia dimanfaatkan Perseroan sebagai penggerak strategis untuk membidik pertumbuhan kinerja jangka panjang yang berkelanjutan.
Strategi Operasional dan Ekspansi Pasar Domestik
Dalam siaran pers CITA (13/5) Perseroan menerapkan strategi perencanaan penambangan yang terukur di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk memastikan volume produksi selaras dengan daya serap pasar domestik. Kebijakan ini terbukti efektif sepanjang tahun 2025, di mana CITA berhasil memperluas portofolio pelanggan melalui penjualan kepada pihak ketiga, PT Borneo Alumindo Prima. Ekspansi ini turut menjadi momentum bagi Perseroan untuk mengaktifkan kembali (reactivation) operasional Site Sandai pada akhir 2025, yang kini diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan utilisasi kapasitas produksi secara bertahap di tahun 2026.
Keberhasilan strategi ini menjadi landasan kuat bagi CITA untuk menetapkan target volume penjualan yang terukur dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 9,10 juta WMT (Wet Metric Ton) pada tahun 2026. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk tetap memenuhi kebutuhan operasional entitas asosiasi, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW), sembari menangkap peluang dinamika pasar melalui basis pelanggan baru.
Kinerja Terjaga dan Investasi Strategis di tengah dinamika pasar global
CITA menunjukkan resiliensi dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 12,58% (YoY) menjadi Rp2,69 triliun sepanjang tahun 2025. Meskipun laba bersih tahun berjalan mengalami koreksi tipis sebesar 3,63% menjadi Rp2,40 triliun akibat normalisasi harga jual alumina.
Keberlanjutan bisnis Perseroan diharapkan tetap terjaga,hal ini tercermin dari total aset yang menguat menjadi Rp9,13 triliun, yang didukung oleh investasi strategis serta realisasi tambahan setoran modal kepada PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) senilai total Rp419 miliar sejak awal tahun 2025 untuk pembangunan smelter alumunium.
Direktur CITA, Yusak Lumba Pardede, menyatakan: "Penetapan target operasional tahun 2026 mencerminkan optimisme kami terhadap kinerja Perseroan yang solid. Fokus pemerintah pada akselerasi hilirisasi menjadi katalis positif yang memberikan peluang bagi kami untuk memperluas portofolio pelanggan. Kami akan terus memperkuat posisi sebagai pemasok utama melalui peningkatan kapasitas, optimalisasi rantai pasok, serta penguatan efisiensi operasional guna memberikan nilai ekonomi maksimal dan menjaga resiliensi bisnis."
Apresiasi dan Nilai Tambah Pemegang Saham
Pencapaian kinerja tahun 2025 menjadi pijakan utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan kemarin, Selasa, 12 Mei 2026. Sebagai wujud komitmen dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, RUPST secara resmi menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,39 triliun atau Rp351 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi untuk pertumbuhan masa depan dengan pemberian imbal hasil bagi para investor. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
