BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

CHINA KOMENTARI RENCANA G7 KURANGI KETERGANTUNGAN MINERAL PENTING

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

19 June 2026

16936547

IQPlus, (19/6) - Pemerintah China mengomentari rencana negara-negara dalam kelompok G7 untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok mineral penting dan logam tanah jarang.

"Mengenai menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global mineral penting, posisi China tidak berubah. Standardisasi dan penyempurnaan sistem pengendalian ekspor China konsisten dengan praktik internasional dan dilakukan untuk lebih melindungi perdamaian dunia dan stabilitas regional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (18/6).

Para pemimpin G7 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di bawah kepemimpinan Prancis, meluncurkan rencana ambisius untuk mengurangi ketergantungan mereka pada pemasok tunggal yang dominan seperti China dalam penyediaan mineral kritis yang penting bagi sektor digital dan energi hijau global.

Dalam deklarasi bersama yang didukung oleh Australia sebagai negara mitra, kelompok tersebut menyampaikan keprihatinan serius terhadap penggunaan kebijakan dan praktik non-pasar serta pemaksaan ekonomi.

Mereka memperingatkan bahwa pembatasan ekspor yang sewenang-wenang dan tindakan pembalasan telah secara aktif melemahkan keamanan ekonomi internasional. Untuk mengatasi kerentanan tersebut, G7 meluncurkan Aliansi Ketahanan dan Produksi Mineral Kritis.

"Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memainkan peran konstruktif untuk tujuan ini. Kami hanya berupaya untuk memenuhi kewajiban non-proliferasi dan kewajiban internasional lainnya," ungkap Lin Jian.

China, menurut Lin Jian, pun mendesak G7 untuk sungguh-sungguh mematuhi prinsip-prinsip ekonomi pasar dan aturan perdagangan internasional.

"Kami mendesak anggota G7 berhenti mengganggu tatanan perdagangan internasional dengan aturan buatan sendiri dari kelompok kecil," tegas Lin Jian.

Secara khusus, Lin Jian juga mengomentari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang dalam KTT G7 yang dinilai berupaya untuk menggalang sekutu dan memicu konfrontasi.

"Hal itu tidak akan mendapatkan dukungan dan pasti akan gagal. Sanae Takaichi menyebut soal dialog tapi secara aktif terlibat dalam konfrontasi, suatu kontradiksi yang mencolok yang telah memperlihatkan kemunafikan Jepang kepada dunia," ungkap Lin Jian.

Lin Jian pun menegaskan bahwa China telah melarang ekspor semua barang dwiguna kepada pengguna militer Jepang dan untuk penggunaan militer Jepang.

"Tujuannya adalah untuk membendung remiliterisasi Jepang dan upayanya untuk memiliki senjata nuklir. Posisi China dalam menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global mineral penting tidak berubah sehingga semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memainkan peran konstruktif untuk tujuan ini," jelas Lin Jian. (end/ant)