BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

CETAK PENDAPATAN Rp105,8 MILIAR DI SEMESTER I 2026, VTNY PERKUAT FUNDAMENTAL BISNIS PRUDENT

Terbit Pada

08 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 31-08-2026, 12:11:pm

25051784

IQPlus, (8/9) - PT VENTENY Fortuna International Tbk (kode saham: VTNY) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp105,8 miliar pada Semester I 2026. Capaian ini tumbuh 1,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja keuangan tersebut dipaparkan manajemen Perseroan dalam gelaran Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Selasa (8/9/2026).

Penyumbang pendapatan terbesar masih didominasi oleh lini bisnis B2B Financial Services dengan porsi 57,5 persen atau sebesar Rp60,9 miliar. Lini ini mencatatkan pertumbuhan 8,1 persen YoY, ditopang oleh tingginya permintaan solusi pembiayaan produktif dari segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta korporasi. Sementara itu, lini B2B2E Employee Super App menyumbang Rp44,9 miliar atau 42,5 persen dari total pendapatan bersih.

Group CFO VENTENY, Kaleb Solaiman, menyampaikan bahwa pencapaian pada paruh pertama tahun ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kestabilan fundamental bisnis di tengah lanskap industri pembiayaan dan regulasi yang dinamis.

"Kami melihat Semester I 2026 bukan hanya dari pencapaian pendapatan, tetapi juga bagaimana kami terus memperkuat fundamental bisnis. Financial Services memberikan akses pembiayaan produktif, sementara Employee Super App memperluas konektivitas kami dengan perusahaan dan karyawan," ujar Kaleb dalam pemaparannya.

Memasuki Semester II 2026, emiten berteknologi finansial ini menetapkan tiga fokus agenda utama, yaitu memperkuat bisnis inti (core business), memperluas jaringan ekosistem, serta meningkatkan kualitas monetisasi.

Dari sisi bisnis inti, VENTENY berfokus pada inovasi produk bernilai margin tinggi yang diimbangi dengan penerapan manajemen risiko kredit secara ketat. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan perputaran modal sekaligus meminimalkan potensi risiko gagal bayar (default).

Di samping itu, Perseroan juga terus memperluas jaringan penyaluran (disbursement network) dan memperkuat sumber pendanaan modal (capital funding) dari mitra lokal guna mendukung ekspansi jangka panjang yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas