BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

CEKA PASTIKAN TARGET PRODUKSI 2026 AMAN DARI DAMPAK KARHUTLA

Terbit Pada

14 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 15-09-2026, 09:41:am

28653991

IQPlus, (14/10) - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) memberikan penjelasan terkait meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena iklim El Nino di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui surat tanggapan tertanggal 14 Oktober 2026, perseroan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kebun kelapa sawit maupun lahan tanaman lainnya.

Sekretaris Perusahaan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk, Emmanuel Dwi Iriyadi, menyatakan bahwa kegiatan bisnis perseroan murni berfokus pada industri pengolahan kelapa sawit. Saat ini, perseroan memiliki wilayah operasional dan aset di tiga lokasi utama, yakni Pontianak (Kalimantan Barat), Bekasi (Jawa Barat), dan kantor pusat di Jakarta Selatan.

Kontribusi produksi perseroan 100 persen berasal dari lokasi Pontianak, sementara kontribusi pendapatan berasal dari Pontianak sebesar 66 persen dan sisanya 34 persen dari kegiatan perdagangan.

Dampak Karhutla dan Kondisi Operasional di Pontianak

Lebih lanjut, perseroan tak menampik bahwa kegiatan operasional pabrik di Pontianak turut merasakan dampak dari karhutla dan fenomena El Nino. Asap akibat kebakaran mengganggu kenyamanan pernapasan karyawan serta menurunkan efektivitas kerja.

Selain itu, terjadi penurunan debit air Sungai Kapuas yang menjadi jalur transportasi utama distribusi bahan baku CPO dan Palm Kernel dari pemasok, serta jalur pengiriman produk jadi ke distributor. Penurunan debit air ini juga mengurangi pasokan air untuk proses produksi pabrik.

Kendati demikian, dampak tersebut dinilai masih relatif rendah, yakni berada di kisaran 5 hingga 10 persen dan masih dapat dikelola dengan baik oleh perseroan. Oleh karena itu, perseroan memastikan tidak ada rencana melakukan penghentian kegiatan operasional (unplanned shutdown) di Pontianak. Sementara itu, kegiatan operasional di kantor Jakarta Selatan dan Gudang di Kabupaten Bekasi sama sekali tidak terdampak.

Belum Pengaruhi Target Produksi dan Keuangan

Hingga tanggal tanggapan disampaikan kepada pihak bursa, kondisi karhutla dan El Nino belum berdampak terhadap target produksi perseroan tahun 2026, sehingga tidak ada revisi target. Perseroan juga belum mengidentifikasi adanya dampak material terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset akibat bencana tersebut.

Terkait aspek hukum, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk memastikan bahwa perseroan tidak sedang menghadapi atau berpotensi menghadapi proses hukum maupun sanksi administratif (seperti penyegelan lahan, penyelidikan, gugatan, atau pencabutan izin) yang berkaitan dengan karhutla. Ke depan, perseroan akan terus memantau perkembangan situasi serta mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. (end)