BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

CBDK SUNTIK MODAL DUA ANAK USAHA DAN SESUAIKAN KLASIFIKASI BISNIS BARU

Terbit Pada

09 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 03-07-2026, 12:28:am

18931525

IQPlus, (9/7) - Emiten properti dan holding, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (dengan kode saham: CBDK), secara resmi melaporkan adanya peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada dua entitas anak usahanya, yakni PT Industri Pameran Nusantara (IPN) dan PT Samudra Mega Utama (SMU). Langkah strategis ini diambil guna mendukung peningkatan kinerja serta pengembangan dan diversifikasi usaha perseroan di masa mendatang.

Corporate Secretary CBDK, Yohanes Edmond Budiman, menyampaikan bahwa laporan fakta material ini dirilis pada Rabu, 8 Juli 2026, dalam rangka memenuhi ketentuan transparansi pasar modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada entitas anak pertama, PT Industri Pameran Nusantara (IPN) yang berkedudukan di Kabupaten Tangerang, telah diterbitkan sebanyak 5.300.000 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp17.000 per saham. Total nilai penerbitan saham baru tersebut mencapai Rp90.100.000.000 yang seluruhnya diambil bagian dan disetor penuh oleh CBDK.

Melalui penyuntikan modal tersebut, modal disetor IPN meningkat dari sebelumnya Rp2.555.606.486.000 menjadi Rp2.645.706.486.000. Meski demikian, porsi kepemilikan saham CBDK di dalam IPN tidak mengalami perubahan, yakni tetap bertahan di angka 99,99%.

Bersamaan dengan restrukturisasi modal tersebut, IPN juga melakukan sinkronisasi referensi kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dari versi 2020 menjadi KBLI 2025. IPN turut memperluas jangkauan operasionalnya dengan menambahkan beberapa bidang usaha baru, seperti aktivitas penyewaan bangunan dan lahan hunian, pengelolaan pusat perbelanjaan, penyewaan gudang, pengelolaan gudang perkantoran, aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap, hingga aktivitas bar.

Sementara itu, pada anak usaha kedua yaitu PT Samudra Mega Utama (SMU), peningkatan dilakukan pada modal dasar perseroan sebesar Rp38.400.000.000. Dengan penambahan tersebut, total modal dasar SMU melonjak signifikan dari Rp1.200.000.000 menjadi Rp39.600.000.000.

SMU juga menerbitkan sebanyak 23.001 saham baru dengan nilai nominal Rp600.000 per saham, atau setara dengan Rp13.800.000.000. Setelah aksi korporasi ini selesai, modal disetor SMU tercatat meningkat menjadi Rp14.400.600.000, di mana kepemilikan modal CBDK di SMU terdongkrak menjadi Rp14.385.600.000, atau tetap setara dengan 99,90%.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh rangkaian transaksi peningkatan modal dan penyesuaian KBLI ini dipastikan tidak memberikan dampak material yang negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Transaksi ini juga dipastikan berjalan tanpa mengubah struktur pengendalian maupun kepemilikan pada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (end)