BUKA PELUANG KEWIRAUSAHAAN INDUSTRI, KEMENPERIN GELAR PELATIHAN VOKASI DI BALI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
16 October 2026
28851521
IQPlus, (16/10) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika kebutuhan dunia kerja. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui sinergi antara Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dalam menyelenggarakan Diklat Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial dan Teknisi AC Residential.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kemenperin dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus membuka peluang kewirausahaan melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan perlu terus diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang semakin dinamis.
"Penguatan SDM industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membangun kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar. Melalui pelatihan yang tepat sasaran, kami ingin menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki peluang lebih luas untuk berkembang," ujar Adie dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Menurut Adie, transformasi industri yang berlangsung saat ini menuntut tersedianya tenaga kerja dengan keterampilan yang semakin beragam. Di satu sisi, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran dan interaksi antara pelaku usaha dengan konsumen. Di sisi lain, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil pada bidang teknis dan jasa penunjang industri juga terus berkembang.
Dalam konteks tersebut, pelatihan pemasaran digital dan teknisi pendingin ruangan memiliki nilai strategis karena memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara langsung, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kegiatan usaha secara mandiri.
"Kami mendorong agar program pendidikan dan pelatihan vokasi industri tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi benar-benar menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan. Dengan demikian, peserta memiliki bekal untuk meningkatkan produktivitas, memperoleh pekerjaan, maupun menciptakan peluang usaha baru," ungkapnya.
Adie juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pelatihan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang berkualitas. Sinergi tersebut dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, tenaga pengajar, dan sumber daya pelatihan untuk menghasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
