BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BTN TAK REVISI TARGET KREDIT TAHUN INI TETAP KISARAN 8-10 PERSEN

Terbit Pada

10 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 17-07-2026, 12:00:pm

25247891

IQPlus (10/9) - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyampaikan tidak merevisi target pertumbuhan kredit tahun 2026 dengan tetap di kisaran 8-10 persen.

Tak adanya perubahan target itu diputuskan meski realisasi kredit hingga Juni 2026 mencapai Rp418 triliun atau tumbuh 11,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau melampaui target tahun ini.

"Jadi, kita enggak revisi (target kredit). Ini masih sama dengan RBB (rencana bisnis bank) awal. Tapi, memang realisasinya (pertumbuhan kredit) melebihi dari rencana," ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis.

Nixon mengatakan pertumbuhan kredit hingga 11,2 persen itu terbantu oleh adanya pengambilalihan portofolio kredit pensiunan dan prapensiunan milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp19,93 triliun.

"Kita sebenarnya mengembalikan ke RKP awal saja 8-10 persen. Ya kalau pun lebih mungkin 10,1 atau 10,2 persen. Jadi enggak akan lebih," ujarnya.

Nixon menilai kondisi sektor perumahan juga menjadi pertimbangan perseroan dalam menentukan target pertumbuhan kredit.

Menurut dia, pertumbuhan kredit perumahan rakyat (KPR), terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih melambat seiring dengan pembangunan dan pembelian rumah yang belum tumbuh optimal.

"Kalau kita lihat pertumbuhan KPR terutama untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kalau kita lihat memang lebih slow pembangunan rumah maupun pembelian rumah. Jadi kita enggak berani membuat target melebihi tren yang terjadi di industri perumahan," jelasnya.

Oleh karena itu, Perseroan bakal lebih selektif dalam menyalurkan kredit pada sisa tahun ini.

Nixon menambahkan bahwa dari sisi pasokan perumahan juga masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan perizinan di sejumlah daerah.

"Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan ya, terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kami juga tetap memasang angka (kredit) 8 sampai 10 persen," kata Nixon.

Sementara, Direktur Treasury & International Banking BTN Venda Yuniarti menjelaskan lebih lanjut bahwa pertumbuhan kredit hingga Juni 2026 turut didorong oleh ekspansi kredit non-housing.

Hingga Juni 2024, porsi kredit non-housing mencapai 20,4 persen dari total kredit dan pembiayaan BTN. Perseroan menargetkan porsi kredit non-housing ini terus meningkat hingga mencapai 30 persen dari total kredit pada 2030

Venda menilai dengan strategi tersebut, BTN tetap menjadikan bisnis perumahan sebagai bisnis utama, namun secara bertahap memperbesar kontribusi segmen non-housing melalui kredit konsumer dan korporasi, termasuk kredit pensiunan.

Adapun pada semester I-2026, BTN mencatat laba bersih Rp2,4 triliun atau tumbuh 40,8 persen yoy. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,99 persen. (end/ant)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas