BTN SIAP PERLUAS PROGRAM TUKAR SAMPAH UNTUK CICILAN KPR KE 15 KOTA
Share via
Terbit Pada
05 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 06-03-2026, 04:11:pm
15526076
IQPlus, (5/6) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan memperluas program penukaran sampah rumah tangga untuk mengurangi angsuran KPR atau disebut "Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu" ke 8 provinsi serta 15 kota di Indonesia.
Hingga Maret 2026, perseroan mencatat program ini telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah dari 21 klaster perumahan.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa program ini memperkuat kedekatan BTN dengan masyarakat melalui layanan yang hadir dalam aktivitas sehari-hari.
"BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," kata Hermita.
Adapun belum lama ini, perseroan memperkuat program "Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu" melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri di Kudus, Jawa Tengah.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, melalui kerja sama ini masyarakat dapat ikut mengelola sampah dengan menyetorkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, aluminium, besi, hingga kaca. Sampah tersebut akan dikonversi menjadi nilai ekonomi yang langsung masuk ke rekening BTN.
Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah dari rumah tangga sangat penting.
Merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rumah tangga berkontribusi sekitar 46,3 persen terhadap produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun. Namun, baru 31,3 persen atau sekitar 10,7 juta ton sampah yang berhasil dikelola.
Sebagai bank yang telah membiayai jutaan hunian di Indonesia, Setiyo mengatakan bahwa perseroan juga memiliki peran strategis mendorong perubahan perilaku masyarakat dari rumah.
"BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan," kata Setiyo. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
