BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BTN SIAP BUNDLING KPR, BISA DAPAT KREDIT TAMBAHAN UNTUK ISI RUMAH

    Terbit Pada

    10 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 06-03-2026, 04:11:pm

    09929029

    IQPlus, (10/4) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah menyiapkan bundling Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit tambahan untuk kebutuhan mengisi rumah dalam satu akad guna menghadirkan pembiayaan terintegrasi sekaligus menjaga kualitas kredit.

    "Produk bundling kita akan jalankan piloting-nya bulan ini. Jadi semester dua sudah pasti kita masifkan. Ini sudah bolak-balik kita bicarakan (di BTN). Sebenarnya kan produk ini sudah ada, sistemnya saja tinggal disatukan," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Bandung, Kamis (9/4).

    Nixon menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang sebagai solusi pembiayaan terintegrasi bagi nasabah perumahan dengan menggabungkan KPR dan kredit konsumtif dalam satu proses dan satu akad.

    Melalui skema tersebut, nasabah tidak hanya memperoleh pembiayaan untuk pembelian rumah, tetapi juga dapat mengakses kredit tambahan untuk kebutuhan isi rumah seperti furnitur, peralatan elektronik, dan kebutuhan dasar lainnya.

    Ia juga mengatakan bahwa integrasi ini dilakukan untuk menghindari nasabah mencari pembiayaan tambahan dari sumber lain yang berisiko tinggi, termasuk pinjaman daring (pindar) yang dapat berdampak pada kemampuan bayar.

    Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan bundling lanjutan yang mencakup pembiayaan kendaraan bermotor, dengan fokus pada kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan produk ke depan.

    "Termasuk KKB (kredit kendaraan bermotor). Kita lagi bikin PKS (perjanjian kerja sama) dengan satu multifinance untuk kendaraan. Kita lagi dorong supaya kendaraannya kalau bisa listrik," kata Nixon.

    Menurut dia, penggabungan beberapa fasilitas dalam satu akad akan menekan biaya pemrosesan karena analisis kredit dilakukan dalam satu siklus, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

    Langkah ini juga diyakini dapat menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL), mengingat salah satu penyebab utama NPL berasal dari kewajiban nasabah di lembaga lain yang tidak terpantau dalam pembiayaan awal.

    Dari sisi pricing, skema bundling ini tetap mempertahankan bunga KPR sesuai ketentuan, sementara kredit tambahannya ditawarkan dengan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan pinjaman informal.

    Nixon pun menegaskan bahwa seluruh fasilitas tetap diberikan berdasarkan prinsip kehati-hatian, termasuk melalui penilaian kemampuan bayar dan pengaturan limit kredit sesuai profil risiko nasabah.

    "Pasti bergantung kemampuan bayar, repayment capacity, pengaturan limit, pastilah kaidah-kaidah itu kita atur. Tapi intinya adalah tidak akan ada dua atau tiga proses facility. Dalam satu proses, dalam satu akad, langsung kita keluarkan dua-tiga produk," kata dia.

    Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menyampaikan bahwa BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mencakup pembangunan dan renovasi rumah sebagai bagian dari ekosistem perumahan.

    Selain itu, perseroan melihat potensi pembiayaan lanjutan setelah nasabah menempati rumah, termasuk kebutuhan interior, perbaikan fasad, hingga kebutuhan konsumtif keluarga yang terus berkembang.

    Ke depan, ujar Hirwandi, BTN menargetkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah secara menyeluruh sepanjang siklus hidup, termasuk dukungan untuk kebutuhan keluarga dan pembelian kendaraan. (end/ant)