BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BSI SALURKAN ZAKAT RP289 MILIAR KE BAZNAS, PERKUAT EKONOMI UMAT

    Terbit Pada

    02 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 05-02-2026, 09:20:am

    09135928

    IQPlus, (2/4) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi umat dengan menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai sebesar Rp289 miliar kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyerahan zakat dilakukan oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Gedung The Tower, Jakarta, Rabu (01/04). Momentum ini kembali menegaskan posisi BSI sebagai salah satu pembayar zakat korporasi terbesar di Indonesia.

    Secara kinerja, total zakat yang disalurkan BSI pada tahun 2025 meningkat sebesar 7,77% (year-on-year), melanjutkan tren pertumbuhan yang konsisten seiring dengan kinerja bisnis perseroan. Sejak berdiri pada 2021 hingga 2025, total zakat yang telah disalurkan BSI mencapai Rp1,07 triliun.

    Sebagai mitra strategis BSI dalam pengelolaan dan penyaluran dana zakat, BSI Maslahat memandang bahwa optimalisasi dana zakat menjadi kunci dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, BSI bersama BSI Maslahat telah menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program unggulan di berbagai sektor.

    Program-program tersebut mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi. Pada sektor ekonomi, BSI Maslahat mengembangkan 77 Desa BSI termasuk Sentra UMKM BSI di berbagai wilayah Indonesia. Di bidang pendidikan, program BSI Scholarship telah menjangkau lebih dari 10 ribu pelajar dan mahasiswa. Sementara itu, program keagamaan seperti Rumah Qur'an terus diperluas untuk memperkuat nilai spiritual masyarakat.

    Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa zakat merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan," ujarnya.

    BSI Maslahat menilai bahwa langkah ini semakin memperkuat sinergi antara sektor keuangan syariah dan filantropi Islam dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang tangguh. Potensi zakat nasional yang besar perlu dioptimalkan melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan berdampak.

    Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, turut mengapresiasi kontribusi BSI dalam penguatan zakat nasional. "Kami berterima kasih kepada Bank Syariah Indonesia yang menjadi salah satu kontributor terbesar zakat. Dana ini akan kami kembangkan dan distribusikan melalui program-program yang berdampak terhadap ekonomi umat," ungkapnya.

    Ke depan, BSI dan BSI Maslahat akan terus memperkuat peran sebagai lembaga amil zakat nasional dalam memastikan setiap dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang luas, tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan maslahat untuk bangsa.

    Sinergi antara BSI, BSI Maslahat, dan BAZNAS diharapkan mampu menjadi katalis dalam mempercepat terwujudnya ekonomi umat yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan. (end)