BSI MASLAHAT SALURKAN 250 PAKET SEMBAKO UNTUK PENYINTAS KEBAKARAN
Share via
Terbit Pada
11 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 20-05-2026, 01:31:pm
16133092
IQPlus, (11/6) - BSI Maslahat menyalurkan 250 paket sembako bagi para penyintas kebakaran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan tersebut diserahkan melalui Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Senin (8/6) untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak yang masih berada di tenda-tenda pengungsian.
Paket bantuan berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan ikan siap saji. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascakebakaran.
Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6). Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik dan menyebabkan lebih dari 300 kepala keluarga terdampak serta kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, banyak warga masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu proses pemulihan. Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan guna membantu memenuhi kebutuhan para penyintas.
Ketua RW 05, Yuliyanto, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur BSI Maslahat atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak kebakaran. Bantuan ini sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan para penyintas yang saat ini masih berada di pengungsian," ujarnya.
Ungkapan syukur juga disampaikan Darto, salah satu penyintas dari RW 04. "Terima kasih kepada para donatur BSI Maslahat. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga selama kami bertahan di tenda pengungsian," tuturnya.
Kisah haru datang dari Nurul Saadah, salah satu warga yang rumahnya turut dilalap api. Ia mengaku kehilangan hampir seluruh harta bendanya akibat kebakaran tersebut. "Semuanya habis terbakar, mulai dari televisi, kulkas, sepeda listrik, hingga berbagai peralatan dan kebutuhan rumah tangga. Rumah saya bisa dibilang hancur, hanya menyisakan puing-puing," ungkapnya.
Di balik musibah yang dialaminya, Nurul menemukan pengalaman yang menguatkan hatinya. Saat membersihkan sisa-sisa puing rumah, ia menemukan mushaf Al-Qur'an yang biasa dibacanya dalam kondisi utuh. "Saat membersihkan puing-puing rumah, saya terkejut karena Al-Qur'an yang biasa saya baca ditemukan dalam keadaan utuh dan tidak terbakar," kenangnya.
Bagi Nurul, peristiwa tersebut menjadi pengingat akan kebesaran dan kuasa Allah SWT di tengah ujian yang sedang dihadapi. Hingga saat ini, ia bersama keluarganya masih tinggal di tenda pengungsian sambil menunggu proses pemulihan.
Melalui penyaluran bantuan ini, BSI Maslahat berharap dapat meringankan beban para penyintas sekaligus menghadirkan dukungan dan harapan bagi keluarga-keluarga yang terdampak. Kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
