BSI MASLAHAT DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN
Share via
Terbit Pada
04 February 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-01-2026, 07:00:pm
03443132
IQPlus, (4/2) - BSI Maslahat mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui Program Pemberdayaan Pondok Pesantren (Ponpes) Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Pesantren Klaster Peternakan Bebek Petelur. Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah yang berlokasi di Desa Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, dipilih sebagai lokasi implementasi program tersebut. Program ini menjadi wujud kepedulian BSI Maslahat dalam memperkuat kontribusi pesantren terhadap pembangunan pendidikan berbasis nilai dan pemberdayaan ekonomi.
Peluncuran program dilaksanakan pada 29 Januari 2026 dan dihadiri oleh Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno, Kepala Kantor Kementerian Agama Musi Rawas Kholil Azmi, Ketua Komisi III DPRD Musi Rawas Suhari, Manager BSI Area Bengkulu Anton Budiono, serta perwakilan BAZNAS Musi Rawas.
Program Pemberdayaan Ponpes BSI digagas untuk memperkuat kemandirian pesantren melalui pengembangan sumber daya ekonomi dan kewirausahaan. Program ini menyasar ekosistem pesantren secara menyeluruh, mulai dari santri, ustaz, wali santri, hingga masyarakat sekitar, sehingga dampaknya diharapkan berkelanjutan dan tepat sasaran.
BSI Maslahat menilai pesantren memiliki peran strategis di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak fungsi sosial dan ekonomi, khususnya dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja. Konsep Ponpes BSI dirancang untuk membangun ekosistem usaha pesantren yang terhubung dengan pasar serta potensi klaster ekonomi lokal. Melalui intervensi pemberdayaan, peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, pendampingan usaha, serta penguatan manajemen, unit usaha pesantren diharapkan tumbuh secara profesional dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Dalam program ini, Pesantren Darul Ulum Al-Fatah yang menaungi sekitar 90 santri menerima dukungan senilai Rp630 juta untuk pengembangan unit usaha peternakan bebek petelur. Program tersebut ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan rutin guna menopang pendidikan santri dhuafa serta operasional pesantren. Model usaha peternakan dipilih karena memiliki peluang pasar yang relatif stabil dan dapat dikelola secara berkelanjutan melalui penerapan manajemen budidaya yang baik.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Ustadz Muhammad Aslah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BSI Maslahat. Ia menjelaskan bahwa pesantren telah memperoleh pendampingan sejak 2025 melalui program pemberdayaan yang memperkuat langkah menuju kemandirian ekonomi. "Alhamdulillah, pesantren kami belajar membangun program pemberdayaan agar bisa mandiri," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran unit usaha peternakan bebek petelur dan penguatan usaha lainnya melengkapi proses pendidikan santri. Selain pembelajaran keagamaan, para santri juga dibekali pengetahuan dan praktik kewirausahaan untuk membangun ekonomi mandiri. Pembekalan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter santri yang berdaya, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui Program Pemberdayaan Pondok Pesantren BSI, BSI Maslahat menegaskan komitmennya sebagai lembaga filantropi Islam yang tidak hanya menyalurkan dana sosial, tetapi juga mentransformasikannya menjadi kekuatan pemberdayaan nyata. Dengan tata kelola keuangan syariah yang amanah dan profesional, BSI Maslahat mendorong pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, meningkatkan kualitas pendidikan santri, serta menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan. (end)
