BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BSI MASLAHAT DAN BSI BANGUN 35 RECYCLE HOUSE UNTUK PENYINTAS LONGSOR DI SUKABUMI

    Terbit Pada

    22 January 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-01-2026, 07:00:pm

    02149502

    IQPlus, (22/1) - BSI Maslahat bersama BSI membangun sebanyak 35 unit Recycle House atau hunian tetap bagi penyintas bencana tanah bergerak dan longsor di Sukabumi. Pembangunan hunian ini ditujukan untuk merelokasi warga Kampung Citiis, Dusun Jaya Mekar, Desa Gunung Keramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang terdampak bencana. Selain hunian, BSI Maslahat juga membangun fasilitas tempat ibadah agar para penyintas dapat beribadah dengan tenang dan memperoleh ketenteraman batin dalam proses pemulihan pascabencana.

    Bencana tanah bergerak dan longsor melanda Kampung Citiis pada 4 Desember 2024, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sekitar 10 jam pada hari sebelumnya. Akibat bencana ini, sebanyak 28 unit rumah mengalami rusak berat dan tujuh unit rumah rusak ringan. Sejumlah ruas jalan desa juga terputus dan terbelah, dengan permukaan tanah ambles hingga kedalaman 3-6 meter di beberapa titik. Kondisi tersebut memaksa 35 kepala keluarga meninggalkan rumah demi keselamatan.

    Dalam program ini, BSI Maslahat mendukung pembangunan Recycle House dengan menyediakan material bahan bangunan untuk 35 unit rumah, masing-masing berukuran 5 x 7 meter. Proses pembangunan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat yang didampingi oleh mitra penggerak BSI Maslahat, Nurul Hayat. Hunian tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar satu hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah, berlokasi sekitar 350 meter dari titik bencana, tepatnya di Kampung Sukasari, Dusun Jaya Mekar.

    Antusiasme warga terhadap dukungan yang diberikan BSI Maslahat terlihat sangat tinggi. Sejumlah warga, termasuk para ibu, bergotong royong mengangkut pasir menggunakan ember kecil secara estafet menuju lokasi pembangunan Recycle House. Di bawah terik matahari, mereka mengenakan caping, topi anyaman bambu yang biasa digunakan petani untuk melindungi kepala dari panas matahari dan hujan saat bekerja di sawah.

    Kepala Desa Gunung Keramat, Subaeta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan tersebut. Ia mengatakan bahwa persiapan lahan dilakukan bersama pemerintah desa, sementara material bangunan dan kebutuhan lainnya disediakan oleh BSI Maslahat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat terdampak.

    Program pembangunan Recycle House ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 11, yakni Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, yang menekankan pentingnya akses terhadap perumahan yang layak, aman, terjangkau, serta didukung pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat.

    Mayoritas warga Kampung Citiis berprofesi sebagai petani kecil dan buruh harian lepas dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp1,5 juta per bulan. Kehilangan rumah akibat bencana membuat kondisi mereka semakin rentan, baik terhadap dinginnya malam tanpa atap, hujan yang menembus tenda darurat, keterbatasan sanitasi yang memicu penyakit, maupun hilangnya rasa aman bagi anak-anak.

    Dengan hadirnya Recycle House dan fasilitas tempat ibadah, BSI Maslahat mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, memberikan rasa aman, serta perlindungan dari risiko bencana lanjutan. Semangat gotong royong dalam proses pembangunan turut memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kembali harapan warga Kampung Citiis untuk memiliki hunian tetap yang aman dan layak di masa depan. (end)