BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BSI CATAT LABA SEBESAR Rp4,16 TRILIUN HINGGA 30 JUNI 2026

Terbit Pada

23 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 19-08-2026, 12:00:am

23525153

IQPlus, (24/8) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, laba bersih BSI mencapai Rp4,16 triliun, meningkat 11,08% dibandingkan Rp3,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pendapatan, BSI mencatat hak bagi hasil milik bank sebesar Rp9,71 triliun pada semester I 2026, naik 1,96% dibandingkan Rp9,52 triliun pada semester I 2025. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya meningkat menjadi Rp4,07 triliun dari Rp2,95 triliun. Dengan demikian, total pendapatan operasional yang berasal dari hak bagi hasil milik bank dan pendapatan usaha lainnya mencapai sekitar Rp13,78 triliun, naik sekitar 10,52% dari Rp12,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BSI membukukan laba usaha sebesar Rp5,48 triliun, meningkat 10,68% dibandingkan Rp4,95 triliun pada semester I 2025.

Pertumbuhan laba usaha terjadi meskipun beban usaha mengalami kenaikan. Total beban usaha BSI mencapai Rp7,25 triliun, naik 17,54% dari Rp6,17 triliun pada semester I 2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari gaji dan tunjangan yang meningkat menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,45 triliun serta beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp4,39 triliun dari Rp3,68 triliun. Di sisi lain, beban cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif dan nonproduktif bersih turun menjadi Rp1,05 triliun dari Rp1,35 triliun.

Sebelum zakat dan pajak, BSI membukukan laba sebesar Rp5,48 triliun, naik 10,65% dibandingkan Rp4,95 triliun pada semester I 2025. Setelah memperhitungkan zakat sebesar Rp137,02 miliar dan beban pajak sebesar Rp1,19 triliun, laba bersih BSI mencapai Rp4,16 triliun, tumbuh 11,08% dari Rp3,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut juga tercermin pada laba per saham. Laba per saham dasar dan dilusian BSI pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp90,09 per saham, meningkat 11,09% dibandingkan Rp81,10 per saham pada semester I 2025.

Dari sisi posisi keuangan, total aset BSI per 30 Juni 2026 mencapai Rp464,51 triliun, meningkat 1,82% dibandingkan Rp456,19 triliun per 31 Desember 2025. Pertumbuhan aset terutama didukung antara lain oleh kenaikan pembiayaan bersih menjadi Rp152,19 triliun dari Rp142,09 triliun serta kenaikan investasi pada surat berharga bersih menjadi Rp61,21 triliun dari Rp59,65 triliun.

Sementara itu, total liabilitas BSI justru mengalami penurunan. Per 30 Juni 2026, jumlah liabilitas tercatat Rp100,38 triliun, turun 4,34% dibandingkan Rp104,93 triliun per 31 Desember 2025. Penurunan tersebut antara lain terlihat pada simpanan wadiah yang turun menjadi Rp87,63 triliun dari Rp91,10 triliun serta simpanan dari bank lain yang turun menjadi Rp225,36 miliar dari Rp2,80 triliun.

Dengan demikian, kinerja semester I 2026 menunjukkan BSI mampu meningkatkan pendapatan dan laba di tengah kenaikan beban usaha. Laba usaha tumbuh 10,68%, laba sebelum zakat dan pajak meningkat 10,65%, sedangkan laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 11,08%. Pada saat yang sama, total aset meningkat 1,82%, sementara total liabilitas turun 4,34%, mencerminkan perubahan struktur posisi keuangan BSI hingga akhir Juni 2026. (end)