BSI, BSI MASLAHAT & HOKBEN TEMBUS MEDAN SULIT SALURKAN PAKET MAKANAN DI SUMATRA
Share via
Terbit Pada
09 January 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-01-2026, 07:00:pm
00831542
IQPlus, (9/1) - BSI bersama BSI Maslahat dan HokBen menyalurkan 10.000 paket makanan hangat dan bergizi bagi para penyintas banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) HokBen yang berkolaborasi dengan BSI Maslahat sebagai wujud kepedulian nyata dalam mendampingi masyarakat melewati masa sulit pascabencana.
Bencana banjir dan longsor telah merendam serta merusak rumah-rumah warga hingga tidak lagi layak huni. Aktivitas masyarakat terhenti, dapur rusak, dan akses terhadap bahan pangan menjadi sangat terbatas. Banyak keluarga terpaksa mengungsi tanpa kepastian kapan dapat kembali ke rumah. Dalam kondisi tersebut, kehadiran seporsi makanan hangat tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga penguat semangat untuk bertahan dan bangkit.
Tidak sekadar menyalurkan bantuan dari kejauhan, BSI, BSI Maslahat, dan HokBen turun langsung ke lapangan dengan menembus medan berlumpur dan akses yang sulit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan hangat tiba di tangan para penyintas dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Distribusi bantuan dilaksanakan pada 24-30 Desember 2025 di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Di Provinsi Aceh, penyaluran dilakukan di wilayah Pidie Jaya, Kuala Simpang, Langkahan, dan Sawang. Sementara di Sumatra Utara mencakup Besitang dan Tanjung Pura, serta di Sumatra Barat meliputi Danau Maninjau, Gurun Laweh, Lubuk Minturun, Kampung Tanjung Kuranji, Kampung Guo Kuranji, Kampung Pondok, dan Batu Busuak.
Seremoni serah terima bantuan dilaksanakan pada Senin (29/12) di Store HokBen Binjai. Acara tersebut dihadiri oleh Branch Manager Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia Binjai, Arif Hidayat, Network Group Manager BSI Maslahat, Lucky Firmansyah, serta Public Relation Manager HokBen, Irma Wulansari.
Usai seremoni, tim gabungan melanjutkan perjalanan darat selama sekitar tiga jam menuju lokasi penyaluran di Dusun Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan melewati jalan berlumpur demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Irma Wulansari menyampaikan bahwa di tengah situasi bencana, kehadiran makanan hangat memiliki makna yang lebih dari sekadar pemenuhan gizi. "Kami memahami bahwa di tengah bencana, seporsi makanan hangat bisa menjadi penguat semangat. Kolaborasi dengan BSI Maslahat ini merupakan wujud nyata komitmen HokBen untuk hadir menemani saudara-saudara kami di Sumatra, tidak hanya dengan nutrisi, tetapi juga dengan kehangatan dan kepedulian," ujarnya.
Selain penyaluran makanan, kegiatan ini juga diisi dengan dongeng dan aktivitas interaktif sebagai bagian dari program trauma healing bagi anak-anak. Perlahan, tawa dan canda kembali terdengar, menghadirkan suasana hangat di tengah ruang yang sempat sunyi pascabencana. Anak-anak berkumpul, mendengarkan cerita, bermain, dan menikmati hidangan bersama, menumbuhkan kembali rasa aman dan harapan.
Lucky Firmansyah menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu serta sinergi lintas lembaga. "Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menguatkan semangat mereka untuk bangkit dan menata kembali kehidupan," katanya.
Kolaborasi BSI Maslahat dan HokBen ini sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin kedua, Tanpa Kelaparan, melalui upaya memastikan akses pangan bergizi bagi masyarakat terdampak bencana.
Salah seorang penerima manfaat dari Dusun Sawang mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. "Terima kasih atas bantuan makanan ini. Setelah banjir, kami kesulitan memasak karena dapur rusak dan bahan pangan terbatas. Makanan hangat ini sangat berarti bagi kami," tuturnya.
Melalui aksi nyata ini, BSI, BSI Maslahat, dan HokBen menegaskan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat Sumatra dalam proses pemulihan pascabencana melalui kolaborasi berkelanjutan, kepedulian, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
