BCA Sekuritas
langen
Daily News

BSI BERDAYAKAN MUSTAHIK LEWAT PROGRAM WASTE MANAGEMENT

Published On

21 June 2026

Related Stocks

Latest update: 20-05-2026, 01:31:pm

17224294

IQPlus, (22/6) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menghadirkan Program Waste Management yang memberdayakan mustahik sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan sampah anorganik menjadi tabungan emas.

Melalui program ini, dana zakat dimanfaatkan untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas.

"Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat menciptakan nilai ekonomi, sosial dan lingkungan," kata Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Adapun Program Waste Management ini merupakan implementasi Green Zakat. Bob mengatakan bahwa Green Zakat menjadi jembatan yang menghubungkan pemberdayaan mustahik, pelestarian lingkungan, serta peningkatan literasi investasi masyarakat.

Ia juga mengatakan inovasi dalam pengelolaan zakat menjadi kunci untuk memperluas dampak sosial sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Menurut dia, zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

"BSI meyakini pengelolaan zakat yang inovatif dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," kata Bob.

Perseroan menyampaikan model pemberdayaan mustahik dalam Program Waste Management membuka peluang usaha baru, menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.

Sebab sampah yang dikumpulkan dan dipilah, akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja hasil daur ulang yang memiliki nilai jual.

Program Waste Management juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam membangun budaya ekonomi sirkular. Masyarakat dapat menukarkan sampah anorganik melalui kios daur ulang yang disediakan BSI.

Setelah nilai sampah yang terkumpul mencapai minimal Rp55 ribu, masyarakat akan menerima saldo dalam bentuk rekening emas, sehingga sampah yang sebelumnya tidak bernilai dapat bertransformasi menjadi instrumen investasi masa depan.

Program ini hadir sebagai respon atas tantangan pengelolaan sampah nasional yang semakin kompleks. Dengan produksi sampah Indonesia yang mencapai sekitar 30 juta ton per tahun, BSI melihat peluang untuk menghadirkan solusi berbasis keuangan sosial syariah yang mampu memberikan dampak nyata, mulai dari pengurangan timbunan sampah hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. (end)