BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BRI SEBUT RISIKO IKLIM ANCAM KUALITAS ASET DAN STABILITAS MODAL BANK

    Terbit Pada

    23 January 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 04-03-2026, 04:20:pm

    02225930

    IQPlus, (23/1) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyoroti potensi risiko perubahan iklim yang signifikan terhadap sektor perbankan, salah satunya dapat berdampak pada penurunan kualitas aset dan stabilitas permodalan bank.

    Group Head Environmental, Social, and Governance Group BRI Ajeng Sekar Putih menuturkan, terdapat dua jenis risiko perubahan iklim, yakni risiko fisik yang terkait dengan kerusakan fisik dari aset debitur dan risiko transisi yang erat dengan perubahan implementasi kebijakan mitigasi perubahan iklim.

    "Alur utama transmisi (transfer) risiko fisik (dari debitur) ke sektor perbankan atau perkreditan ini cukup simpel. (Saat) terjadi bencana, misalnya banjir, yang menyebabkan gangguan aktivitas ekonomi regional, ini menyebabkan debitur dari perbankan itu sendiri terdampak," kata Ajeng Sekar Putih di Jakarta, Kamis.

    "Mereka (debitur) mengalami penurunan cash flow (arus kas), kemudian kerusakan aset dan agunannya. Ini menyebabkan kinerja kreditnya (debitur) memburuk yang perlu direspons oleh perbankan supaya sistem keuangan tetap stabil," katanya dalam webinar "Proyeksi Risiko Iklim dan Strategi Adaptasi Industri Keuangan," yang diselenggarakan OJK Institute.

    Ia mengatakan, berdasarkan penelitian OJK terkait dampak perubahan iklim terhadap penyaluran pinjaman bank selama 2011-2021, tingkat outstanding loan turun 2-4 persen pada berbagai wilayah yang terdampak banjir. (end/ant)