BRI SALURKAN Rp258,9 MILIAR KPP DI PAPUA PERLUAS AKSES PERUMAHAN MBR
Share via
Terbit Pada
28 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-04-2026, 04:30:pm
11734244
IQPlus (28/4) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp258,9 miliar di wilayah Papua per 27 April 2026 sebagai upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto di Sorong, Selasa mengatakan, penyaluran itu menjangkau 610 debitur, dengan rincian Rp174,4 miliar dari sisi supply dan Rp84,5 miliar dari sisi demand.
"Capaian ini mencerminkan komitmen BRI dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia," jelasnya.
Menurut dia, tingginya penyaluran KPP menunjukkan potensi besar kebutuhan perumahan di Papua yang masih terus berkembang.
"BRI melihat potensi permintaan di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, masih sangat besar. Karena itu kami terus mengoptimalkan penyaluran dengan pendekatan sesuai karakteristik wilayah serta memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan," ujar Aris saat sosialisasi KPP, FLPP dan PNM Mekaar di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong.
Ia menjelaskan, pembiayaan perumahan melalui KPP tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek berganda di sektor konstruksi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebaran penyaluran KPP di Papua didominasi oleh Provinsi Papua sebesar 28,03 persen, diikuti Papua Barat 16,76 persen, Papua Tengah 14,76 persen, dan Papua Selatan 13,83 persen, sementara sisanya tersebar di Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
Secara nasional, kata dia, BRI mencatat penyaluran KPP mencapai Rp7,89 triliun kepada 55.624 debitur atau setara 98,73 persen dari target Rp8 triliun pada 2026.
"Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan kontribusi penyaluran KPP terbesar secara nasional, yakni 58,30 persen," ujarnya.
Selain KPP, BRI juga aktif menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.
Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan 9.229 unit FLPP dengan nilai mencapai Rp16,9 triliun kepada sekitar 123 ribu debitur.
Menurut Aris, skema pembiayaan tersebut semakin terjangkau bagi masyarakat karena menawarkan suku bunga rendah, yakni sekitar 5 persen per tahun untuk FLPP dan 6 persen per tahun untuk KPP. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
