BRI HUBUNGKAN NASABAH INDIVIDU, MERCHANT, HINGGA KORPORASI
Share via
Terbit Pada
19 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 19-08-2026, 09:30:am
23035077
IQPlus, (19/8) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghubungkan nasabah individu, korporasi, merchant, dan masyarakat rural melalui BRImo, Qlola, BRI Merchant, dan BRILink. Hal tersebut menunjukkan bagaimana BRI sebagai bank terbesar di Indonesia terus berkembang menuju ekosistem keuangan yang terintegrasi.
Strategi digital BRI tidak hanya berfokus pada satu platform. Strategi ini dirancang untuk melayani kebutuhan pasar dengan volume transaksi digital yang tinggi, serta aktivitas layanan offline, akses rural, perbankan korporasi, hingga aktivitas merchant kecil yang perlu berjalan berdampingan.
Hal tersebut membedakan BRI dari bank lain yang memulai transformasi digital dari segmen mikro, kemudian memperluasnya ke segmen lain. BRI tidak hanya punya satu kelompok pengguna dimana ekosistemnya sudah mencakup berbagai segmen dalam aktivitas ekonomi, mulai dari individu dan usaha mikro sampai korporasi, termasuk anak perusahaan. Pertanyaan strategisnya adalah bagaimana mengubah jaringan layanan fisik tersebut menjadi sistem keuangan yang lebih terhubung tanpa menghilangkan akses layanan offline yang masih penting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Bagi BRI, peralihan dari perbankan konvensional ke perbankan digital hanyalah salah satu bagian dari proses transformasi. Perubahan yang lebih besar adalah pergeseran dari sekadar menyalurkan produk perbankan menuju orkestrasi ekosistem keuangan. BRImo melayani nasabah individu, Qlola melayani nasabah korporasi, BRI Merchant melayani merchant, sedangkan BRILink memperluas layanan pendampingan perbankan hingga ke masyarakat rural.
Model operasional BRI memadukan jangkauan layanan yang luas dengan transformasi digital, dengan mengoptimalkan kekuatan jaringan layanan fisik sekaligus memperluas kapabilitas digital. Pendekatan tersebut tercermin dari besarnya basis nasabah dan jaringan kantor cabang BRI, serta lebih dari 46 juta nasabah digital.
Pada segmen ritel, transformasi digital BRI didukung oleh BRImo yang mencatat pertumbuhan pengguna sebesar 18,9% secara tahunan dan lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan pada 2025. Pada periode yang sama, volume transaksi finansial melalui BRImo mencapai 5,6 miliar. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan perkembangan BRImo dari layanan perbankan dasar menjadi ekosistem finansial dan gaya hidup yang lebih luas. Setelah kebutuhan layanan finansial nasabah terpenuhi, BRImo terus dikembangkan dengan menghadirkan layanan lifestyle dan menghubungkannya dengan ekosistem yang lebih luas.
Secara strategis, setiap tambahan perjalanan nasabah memperkuat hasil yang sama: semakin banyak transaksi yang diselesaikan melalui rekening BRI. Hal ini memperkuat pendanaan murah dari giro dan tabungan (CASA), yang secara eksplisit menjadi pilar pertama transformasi BRIvolution Re-ignite.
Layanan phygital masih menjadi bagian penting dari strategi digital di Indonesia
Salah satu karakteristik yang membedakan pendekatan BRI adalah strategi layanan phygital, yaitu pemanfaatan layanan digital yang tetap didukung oleh keberadaan kantor cabang, agen, dan layanan tatap muka. Di banyak negara, layanan perbankan mulai beralih fokus pada platform digital saja, sementara layanan melalui kantor cabang dan transaksi tunai mulai dikurangi. Namun, BRI menyajikan pendekatan yang berbeda. Karakteristik geografis Indonesia, besarnya populasi perdesaan, dan akses digitalisasi yang belum merata membuat layanan melalui kantor cabang dan agen tetap menjadi bagian penting dari transformasi digital BRI.
Hal tersebut menjelaskan peran BRILink Agen. Dengan lebih dari 1,2 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 80% desa di Indonesia, BRILink bukan sekadar mitra perbankan digital. BRILink menjadi perpanjangan layanan BRI secara langsung di lapangan, melengkapi ekosistem digital BRI. Para agen mendukung layanan setor dan tarik tunai, basic transaction, akses pembiayaan, serta edukasi nasabah di masyarakat yang mungkin belum sepenuhnya mengandalkan layanan digital secara mandiri.
Pada 2025, BRILink mencatat 1,2 miliar transaksi dan berkontribusi sekitar US$1,5 miliar terhadap dana giro dan tabungan (CASA). Data transaksi dari jaringan agen juga membantu BRI memahami perilaku dan kebutuhan nasabah untuk menawarkan produk yang lebih relevan.
BRILink Agen menjadi salah satu keunggulan BRI yang sulit ditiru pesaing, juga menjadi tantangan tersendiri bagi BRI dalam hal pelatihan, pengelolaan likuiditas dan uang tunai, hingga pengendalian kualitas layanan keagenan. Untuk meningkatkan efisiensi, BRI melakukan metode cash collection dari para agen. Agen BRILink juga berperan sebagai garda terdepan dalam meningkatkan literasi keuangan nasabah perdesaan. Melalui model phygital ini, BRI berkontribusi sebesar 64,5% terhadap inklusi keuangan nasional, terbesar di Indonesia.
BRImo beradaptasi sesuai dengan kebutuhan nasabah
Strategi digital ritel BRI juga mencerminkan segmentasi yang dirancang secara tepat sesuai dengan kebutuhan nasabah. Nasabah mass market dan nasabah affluent dapat sama-sama menggunakan BRImo, tetapi belum tentu untuk tujuan yang sama. Bagi pengguna mass market, kebutuhan utama tetap berupa transfer, pembayaran QR, dan transaksi sehari-hari. Bagi pengguna affluent, aplikasi ini semakin banyak mendukung aktivitas investasi, termasuk reksa dana, obligasi, produk dana pensiun, dan tabungan emas.
BRI menerapkan strategi konversi yang berbeda untuk setiap segmen. Bagi nasabah mass market, kampanye dan jaringan kantor cabang membantu mengarahkan pengguna ke BRImo. Sementara itu, bagi nasabah affluent, relationship manager berperan lebih besar, khususnya ketika memperkenalkan fitur investasi.
Perbedaan kebutuhan antarsegmen menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan BRImo. BRI perlu menjaga pengalaman yang sederhana bagi nasabah mass market, sekaligus menyediakan akses ke produk yang lebih kompleks bagi nasabah affluent. Dengan pendekatan ini, BRImo berkembang melampaui fungsi aplikasi perbankan ritel dan menjadi platform yang dapat mengakomodasi beragam kebutuhan finansial nasabah.
Keterhubungan antara layanan perbankan individu dan bisnis semakin relevan. Nasabah dapat memperoleh layanan perbankan individu sekaligus mengakses layanan bisnis, termasuk membuka akses Qlola melalui BRImo. Hal ini penting karena batasan antara layanan keuangan individu, usaha kecil, menengah, dan merchant semakin terintegrasi. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
