BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BRI BELUM LIHAT URGENSI NAIKKAN BUNGA SIGNIFIKAN USAI BI-RATE NAIK

Terbit Pada

18 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 25-06-2026, 11:51:am

16924993

IQPlus, (19/6) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI belum melihat kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga secara signifikan dalam waktu dekat di tengah lonjakan bunga acuan (BI-Rate) dalam sebulan terakhir.

"Kalau kita lihat dari sisi suku bunga long term, kita untuk sampai dengan sekarang belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga secara signifikan," kata Group Head Liquidity and Funding Management Group BRI Teguh Sulistyono dalam acara bincang bersama media di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa saat ini perseroan masih diuntungkan oleh basis nasabah yang luas. Adapun di BRI sendiri, ujar Teguh, sebagian nasabah memang sensitif terhadap perubahan suku bunga, namun sebagian lainnya lebih mengikuti tingkat bunga pasar.

Perseroan mengakui mulai menerima permintaan suku bunga khusus (special rate) dari sebagian nasabah. Kenaikan BI-Rate juga dinilai berpotensi mendorong langkah penyesuaian dari perbankan.

Teguh menambahkan bahwa transformasi bisnis yang dilakukan BRI untuk menjadi bank yang lebih berorientasi digital dan transaksional turut memperkuat struktur pendanaan perseroan.

Biaya dana (cost of fund/CoF) perseroan pada kuartal I 2026 berada pada level 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan posisi 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, rasio dana murah (current account saving account/CASA) juga tetap terjaga, yakni mencapai 68,1 persen pada kuartal I 2026.

Sementara itu, SEVP Transaction and Retail Funding BRI, Trilaksito Singgih memandang perubahan kondisi pasar dan likuiditas tetap akan mendorong penyesuaian di industri perbankan.

Di sisi lain, perseroan berupaya menjaga efisiensi biaya kredit agar dapat menawarkan suku bunga pinjaman yang kompetitif kepada masyarakat, khususnya di segmen mikro dan usaha kecil menengah (UKM).

"Apakah sudah mulai ada permintaan special rate? Iya. Tetapi most of all yang lebih penting yang harus dipahami oleh masyarakat adalah kita itu inginnya punya cost of credit yang efisien sehingga bisa memberi lending rate yang bagus ke masyarakat," kata Singgih.

Ia juga mengatakan, perseroan telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi perubahan kondisi likuiditas ke depan. Sebab, ujar Singgih, likuiditas merupakan faktor utama dalam bisnis perbankan sehingga setiap perubahan kondisi pasar akan terus dipantau dan direspons sesuai kebutuhan. (end)